Seorang mahasiswa berdiri di depan saya, mempresentasikan rancangan produknya. Bentuknya rapi, presentasinya lancar, dan tulisan ilmiah yang menyertainya — sebagaimana selalu disyaratkan di program studi Desain Produk tempat saya mengajar — tampak penuh argumentasi yang meyakinkan.
Pertanyaan Sederhana yang Membongkar Kelemahan
Lalu saya bertanya satu hal sederhana: "Coba jelaskan lagi, dengan kata-katamu sendiri, kenapa kamu sampai pada keputusan desain ini?" Ia terdiam. Mengulang istilah-istilah yang sama persis dari tulisannya, tapi begitu diminta menguraikannya lebih jauh, kalimatnya terputus. Kewalahan.
Kejadian ini mencerminkan fenomena yang lebih luas di kalangan mahasiswa desain: kemampuan menjelaskan secara lisan dan mendalam masih lemah, meskipun produk dan tulisan mereka sudah baik. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan teknis dan komunikasi konseptual.
Implikasi bagi Pendidikan Desain
Para dosen perlu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori dan praktik desain, tetapi juga mampu mengartikulasikan pemikiran mereka dengan percaya diri. Latihan presentasi, diskusi, dan tanya jawab secara intensif dapat membantu mengatasi masalah ini.



