Gelombang Panas Landa Eropa: Transportasi Terganggu, Acara Dibatalkan
Gelombang Panas Eropa Ganggu Transportasi dan Acara

Gelombang panas melanda sejumlah wilayah Eropa pada Minggu (21/6), bertepatan dengan dimulainya musim panas di belahan Bumi utara. Titik balik matahari yang diperingati setiap 21 Juni menandai dimulainya periode tiga bulan terpanas di Eropa. Menurut para ahli meteorologi, fenomena ini terjadi saat massa udara panas dari Gurun Sahara bergerak ke utara, diperkuat oleh sistem tekanan tinggi bernama Antisiklon Afrika yang membentuk kubah panas (heat dome), menjebak udara panas di Eropa Barat dan Tengah sehingga suhu terus meningkat.

Gelombang Panas Kedua Tahun Ini

Ini merupakan gelombang panas kedua yang melanda Eropa pada 2026. Sebulan sebelumnya, wilayah itu juga mengalami suhu tinggi tidak normal. Gelombang panas di Eropa dikenal mematikan: dalam empat tahun terakhir, Kantor Regional WHO di Eropa mencatat lebih dari 200.000 orang meninggal akibat panas ekstrem.

Transportasi Terganggu di Prancis

Otoritas Prancis memberi status peringatan siaga tertinggi (red alert) pada sekitar 35 departemen karena cuaca ekstrem. Suhu tinggi berdampak besar pada jaringan kereta api, termasuk risiko kerusakan kabel listrik udara dan pemuaian rel. Operator kereta nasional Prancis (SNCF) membatalkan 71 perjalanan kereta antarkota pada Minggu hingga Senin di sejumlah rute utama. Sebanyak 3.500 petugas dikerahkan untuk memantau jaringan rel, sementara 2.000 staf lain disiapkan untuk perbaikan darurat. Pemerintah juga mengimbau kelompok rentan menunda perjalanan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Festival dan Museum Terdampak

Festival musik jalanan tahunan, Fete de la Musique, tetap berlangsung, namun pemerintah melarang konsumsi alkohol di ruang publik pada area berstatus peringatan tertinggi. Museum Louvre di Paris membatalkan konser gratisnya.

Final Tenis Berlin Ditunda

Badan Meteorologi Jerman memperkirakan suhu mencapai 37°C pada Senin dan Selasa pekan lalu, naik hingga 39°C pada Rabu (17/6). Selain panas ekstrem, meteorolog memperingatkan potensi hujan lebat dan badai petir. Pada Jumat (19/6), badai hebat mengganggu berbagai festival di Jerman barat. Penyelenggara Berlin Open mengevakuasi area pertandingan setelah hujan deras dan angin kencang; final tunggal putri antara Jessica Pegula (AS) dan Linda Noskova (Republik Ceko) ditunda.

Peringatan Risiko Berenang

Asosiasi Penyelamat Jiwa Jerman (DLRG) mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan risiko berenang di sungai dan danau saat cuaca panas. Peringatan itu disampaikan setelah lima orang dilaporkan tewas atau hilang saat berenang di Franconia, Hesse, dan North Rhine-Westphalia selama akhir pekan.

Spanyol dan Italia Keluarkan Peringatan

Italia mengalami suhu di atas 35°C selama beberapa hari terakhir; otoritas setempat mengeluarkan status siaga merah di delapan kota, termasuk Bologna, Florence, Milan, dan Turin. Di Spanyol, badan meteorologi AEMET mengeluarkan peringatan merah dan oranye di sejumlah wilayah, dengan suhu diperkirakan melampaui 39–40°C di sebagian besar Semenanjung Iberia dan Mallorca. Otoritas Spanyol memperkirakan gelombang panas berlangsung setidaknya hingga pertengahan pekan. Di Madrid, acara nobar pertandingan Piala Dunia tim nasional Spanyol melawan Arab Saudi dibatalkan karena cuaca ekstrem.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga