Buku Digital Social Work Tawarkan Perspektif Dekolonial dari Afrika dan Asia
Buku Digital Social Work: Perspektif Dekolonial dari Afrika-Asia

Tiga akademisi baru saja menerbitkan buku berjudul Digital Social Work Across Africa and Asia: A Decolonial Framework for the Future of the Global South melalui UI Publishing (Penerbit Universitas Indonesia). Buku ini menyajikan pendekatan revolusioner dengan membangun teori Digital Social Work yang berpusat pada pengalaman dan pengetahuan dari Afrika dan Asia, alih-alih sekadar menerapkan kerangka kerja Eropa dan Amerika Utara.

Menentang Dominasi Perspektif Barat

Buku ini secara eksplisit menolak posisi Afrika dan Asia sebagai objek penerapan teori yang selama ini didominasi oleh perspektif Eropa dan Amerika Utara. Sebaliknya, kedua kawasan tersebut dijadikan sebagai satu lanskap intelektual yang setara. Hal ini merupakan langkah penting dalam gerakan dekolonial di bidang pekerjaan sosial digital.

Para penulis menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh dipahami semata-mata sebagai modernisasi teknologi, melainkan harus dilihat sebagai persoalan keadilan sosial, etika, dan martabat manusia. Pandangan ini menjadi fondasi utama dalam setiap analisis yang disajikan di dalam buku.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Riset Lapangan dengan 234 Pekerja Sosial

Isi buku ini mencakup analisis kebijakan lintas negara, kajian dekolonial yang mendalam, serta penelitian lapangan yang melibatkan 234 pekerja sosial garis depan dari berbagai negara di Afrika dan Asia. Data empiris ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan praktik digital social work di kawasan Global South.

Dengan melibatkan para pekerja sosial secara langsung, buku ini mampu menghadirkan perspektif akar rumput yang sering terabaikan dalam literatur mainstream. Temuan-temuan dari penelitian ini menjadi dasar untuk merumuskan kerangka kerja yang lebih inklusif dan kontekstual.

Menawarkan Cara Pandang Baru

Melalui buku ini, para penulis ingin menawarkan cara pandang baru dalam memahami digital social work. Mereka berargumen bahwa adopsi teknologi dalam praktik pekerjaan sosial harus selalu mempertimbangkan aspek keadilan sosial dan etika, bukan hanya efisiensi atau modernisasi.

Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan yang tertarik pada pengembangan pekerjaan sosial digital yang berkeadilan di negara-negara berkembang. Dengan pendekatan dekolonial, buku ini membuka ruang dialog yang lebih setara antara Global South dan Global North dalam diskursus transformasi digital.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga