KOMPAS.com - Siswa SMAK Penabur Gading Serpong program Brilliant Class, Evan Satya To, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah meraih medali emas dalam ajang Asian Physics Olympiad (APhO) 2026. Kompetisi fisika tingkat Asia tersebut berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada 17-25 Mei 2026 dan diikuti 208 peserta yang tergabung dalam 28 tim dari berbagai negara di Asia.
Perjalanan Menuju Medali Emas
Evan mengaku tidak menyangka dapat meraih medali emas karena target awalnya hanya meraih medali. Pencapaian ini membuatnya senang dan bangga. Ketertarikannya terhadap sains sudah muncul sejak duduk di bangku SMP, saat itu ia lebih fokus pada Matematika dan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada cabang tersebut.
Ketika memasuki jenjang SMA, minatnya mulai beralih ke Fisika. Pada 2025, Evan semakin mendalami bidang Fisika dan berhasil meraih medali emas dalam OSN. Prestasi itu mendorongnya untuk mempersiapkan diri mengikuti APhO 2026. Ia mengaku telah menjalani persiapan selama dua tahun, sejak duduk di kelas X hingga XI.
Persiapan dan Seleksi
Untuk mengikuti APhO, Evan melakukan banyak persiapan, mulai dari pelajaran yang diberikan guru di sekolah, belajar secara mandiri, hingga pelatihan dari Yayasan Simetri maupun Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Perjalanan Evan berlanjut dengan mengikuti rangkaian seleksi Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) sejak Desember 2025.
"Saya sudah ikut banyak tahapan seleksi sejak Desember 2025 dan akhirnya terpilih menjadi bagian dari TOFI pada Maret 2026. Kemudian, saya menjalankan pelatihan yang ketat lagi hingga akhirnya dapat berpartisipasi di APhO," jelas Evan.
Pengalaman di APhO 2026
Menurutnya, ajang tersebut memberikan pengalaman berkesan. Bersama tujuh anggota TOFI lainnya, ia berkesempatan berkenalan dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara. Terkait pelaksanaan kompetisi, Evan menjelaskan bahwa APhO berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mengerjakan soal teori, sedangkan hari kedua diisi dengan tes eksperimen. Masing-masing sesi berlangsung selama lima jam.
"Pendapat saya, soal-soal yang diberikan unik dan menarik dengan eksperimen yang tidak terduga. Untuk pengerjaannya, saya menemukan kesulitan di soal teori, tetapi bisa mengerjakan tes eksperimen dengan lancar," ungkap Evan.
Target Selanjutnya
Setelah meraih medali emas di APhO 2026, Evan akan kembali berjuang di ajang International Physics Olympiad (IPhO) yang berlangsung pada 4-12 Juli 2026 di Bucaramanga, Kolombia. Kompetisi tersebut akan diikuti sekitar 1.000 pelajar dari 95 negara.



