Mahasiswa Gelar Aksi di MK, Tuntut Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
Mahasiswa Demo di MK Tuntut Kasus Andrie Yunus ke Peradilan Umum

Mahasiswa Gelar Aksi di MK, Tuntut Kasus Andrie Yunus Dibawa ke Peradilan Umum

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi unjuk rasa di belakang gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta Pusat pada Rabu, 9 April 2026. Mereka menuntut keadilan dan transparansi dalam pengusutan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Tuntutan Keadilan dan Transparansi

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa tampak mengenakan almamater kampus mereka masing-masing sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Salah satu poster yang mereka baca menyerukan, "Hapus impunitas, prajurit melanggar hukum = adili di peradilan umum." Tuntutan utama mereka adalah agar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dibawa ke peradilan umum, bukan ditangani secara internal atau melalui jalur lain yang dianggap kurang transparan.

Para mahasiswa menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mengkhawatirkan bahwa jika kasus ini tidak ditangani dengan serius, tindakan serupa seperti penyiraman air keras bisa terjadi terhadap masyarakat sipil lainnya di masa depan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan dan Kekhawatiran Mahasiswa

Dalam orasinya, salah satu mahasiswa menegaskan, "Kita di sini untuk memperjuangkan keadilan. Kasus Andrie Yunus ini mungkin akan kita kawal." Ia juga mengajak solidaritas dengan pertanyaan retoris, "Hari ini mungkin Andrie Yunus, mungkin nanti bisa jadi kita kawan-kawan, apakah kalian akan diam kawan-kawan? Apakah kalian tidak perduli dengan kawan kita kawan-kawan?" Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam akan keselamatan dan keadilan bagi semua warga negara.

Kondisi di Lokasi Aksi

Aksi unjuk rasa ini berlangsung dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian yang berjaga di lokasi. Kehadiran mereka bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Dampak dari aksi ini juga terasa pada lalu lintas di sekitar gedung MK, yang mengalami kemacetan atau tersendat akibat berkumpulnya massa.

Dengan aksi ini, mahasiswa berharap agar kasus Andrie Yunus tidak hanya mendapatkan perhatian publik, tetapi juga ditangani secara adil dan terbuka melalui proses hukum yang sesuai. Mereka menekankan pentingnya menghapus impunitas dan memastikan bahwa setiap pelanggaran hukum, terutama yang melibatkan aparat, diadili di peradilan umum untuk menjamin keadilan bagi semua pihak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga