Kemendikdasmen Perluas Revitalisasi Sekolah Jadi 71.744 Unit
Kemendikdasmen Perluas Revitalisasi Sekolah 71.744 Unit

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal PAUD Dikdas PNFI terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini merupakan perwujudan dari visi pemerintah untuk memastikan sekolah bukan hanya sekadar tempat belajar, melainkan lingkungan yang sehat, aman, dan membanggakan bagi seluruh ekosistem pendidikan.

Revitalisasi Sekolah: Target Awal dan Perluasan

Direktur Jenderal PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa kebijakan revitalisasi satuan pendidikan adalah bentuk kehadiran negara secara konkret di sektor pendidikan. Pada tahun 2026, Kemendikdasmen awalnya merencanakan revitalisasi sebanyak 11.744 satuan pendidikan. Prioritas diberikan kepada satuan pendidikan yang terdampak bencana, berada di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal), serta yang mengalami kerusakan berat di seluruh Indonesia.

“Program revitalisasi satuan pendidikan adalah ikhtiar negara dalam menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anak-anak di Indonesia. Tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merencanakan sebanyak 11.744 satuan pendidikan penerima revitalisasi. Prioritas revitalisasi adalah satuan pendidikan terdampak bencana, satuan pendidikan wilayah 3T, serta satuan pendidikan yang rusak berat di seluruh Indonesia,” ungkap Gogot.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Progres Penyaluran Bantuan

Progres penyaluran bantuan terus berjalan dengan positif. Hingga saat ini, sudah terealisasi sebanyak 8.503 satuan pendidikan atau 72 persen dari target awal 11.744 satuan pendidikan, dengan nilai bantuan mencapai Rp3,69 triliun. Khusus untuk wilayah bencana, sedang dibangun sebanyak 3.101 satuan pendidikan dengan nilai bantuan Rp2,97 triliun.

“Progres penyaluran bantuan terus berjalan, sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 8.503 satuan pendidikan atau 72% dari target 11.744 satuan pendidikan dengan nilai bantuan 3,69 triliun. Khusus wilayah bencana, sedang dibangun sebanyak 3.101 satuan pendidikan dengan nilai bantuan 2,97 triliun,” tambahnya.

Perluasan Jangkauan Kebijakan

Sejalan dengan target tersebut, progres penyaluran anggaran dan bantuan teknis di lapangan dilaporkan terus bergulir dengan sangat positif. Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa realisasi serapan anggaran sejauh ini menunjukkan tren yang baik sesuai dengan target periodik. Melihat urgensi peningkatan kualitas sarana pendidikan di daerah, pemerintah bergerak cepat untuk memperluas jangkauan kebijakan ini secara signifikan.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan agar perluasan akses dan pemerataan fasilitas pendidikan layak dapat dirasakan lebih masif oleh masyarakat. “Sesuai arahan Bapak Presiden, tambahan sasaran program revitalisasi tahun 2026 ditargetkan menjadi 71.744 satuan pendidikan,” tegas Gogot.

Melalui akselerasi yang masif, Kemendikdasmen optimistis komitmen negara untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa dapat segera terwujud. Dengan penambahan target ini, pemerintah berharap semakin banyak sekolah yang mendapatkan fasilitas layak, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan optimal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga