60.896 Guru Dipanggil Ikuti PPG Tahap 2 Tahun 2026
60.896 Guru Dipanggil Ikuti PPG Tahap 2 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memanggil sebanyak 60.896 guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahun 2026 Tahap 2. Pemanggilan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat sertifikasi guru di seluruh Indonesia.

Peserta dari Seluruh Indonesia hingga Luar Negeri

Direktur PPG Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, menjelaskan bahwa para calon peserta yang terpanggil adalah guru yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, bahkan termasuk guru yang mengajar di satuan pendidikan Indonesia di luar negeri.

"Pemanggilan calon peserta PPG bagi Guru Tertentu Tahap 2 ini merupakan komitmen pemerintah dalam rangka mempercepat penuntasan sertifikasi guru di Indonesia. Kami mengimbau para guru yang terpanggil untuk segera mengkonfirmasi kesediaan di akun SIMPKB masing-masing," kata Ferry dalam keterangan tertulis pada Senin (29/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah Konfirmasi dan Jadwal

Guru yang namanya tercantum dalam daftar pemanggilan diwajibkan untuk masuk ke akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) guna mengonfirmasi kesediaan mengikuti PPG. Proses konfirmasi menjadi syarat utama untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Pemerintah menargetkan percepatan sertifikasi guru sebagai salah satu prioritas nasional. Dengan adanya PPG Tahap 2 ini, diharapkan jumlah guru bersertifikat pendidik dapat meningkat signifikan, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia semakin merata.

Komitmen Percepatan Sertifikasi

Ferry menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme guru. "Kami berharap seluruh guru yang terpanggil dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Sertifikasi guru bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga peningkatan kompetensi demi masa depan pendidikan Indonesia," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga