Syahla Nabilah Junita Wibawa (19) membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Putri sulung dari keluarga sederhana di Nogotirto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ini berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mendapatkan pembebasan biaya kuliah hingga lulus.
Latar Belakang Keluarga Syahla
Syahla merupakan anak dari pasangan Nurjanah dan Tunggal Mei Lata. Sang ibu sehari-hari mengelola warung makan sederhana, sementara ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Meskipun kondisi ekonomi serba terbatas, Syahla justru menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mengubah masa depan.
Perjuangan Meraih Beasiswa
Sejak duduk di bangku sekolah, Syahla sudah bertekad untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Ia giat belajar dan mengikuti berbagai program beasiswa. Usahanya membuahkan hasil ketika ia diterima di UGM melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan mendapatkan beasiswa penuh dari program Bidikmisi (sekarang KIP Kuliah).
Harapan dan Pesan Syahla
"Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga ekonomi lemah juga bisa sukses. Jangan pernah menyerah pada keadaan," ujar Syahla. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi banyak orang, terutama mereka yang berasal dari latar belakang serupa, untuk terus berjuang meraih pendidikan tinggi.



