LPDP Buka Suara Tanggapi Polemik Unggahan Alumni Soal WNI dan WNA
LPDP Tanggapi Polemik Unggahan Alumni Soal WNI dan WNA

LPDP Akhirnya Berikan Pernyataan Resmi Soal Kontroversi Unggahan Alumni

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mengeluarkan tanggapan resmi terkait polemik yang melibatkan salah satu alumninya, yang sempat memicu perdebatan publik dalam beberapa hari terakhir. Kontroversi ini bermula dari unggahan di media sosial oleh seorang alumni penerima beasiswa LPDP berinisial DS, yang menuliskan pernyataan kontroversial mengenai status kewarganegaraan.

Unggahan yang Memicu Beragam Reaksi Publik

Dalam unggahannya, DS menyatakan, "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan", sebuah frasa yang langsung menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Tanggapan publik beragam, mulai dari yang memaklumi, mengkritik tajam, hingga mempertanyakan komitmen para penerima beasiswa negara terhadap bangsa Indonesia. Polemik ini semakin hangat diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan forum diskusi online, menyoroti isu sensitif terkait nasionalisme dan tanggung jawab moral penerima dana pendidikan dari negara.

Tujuh Poin Tanggapan Resmi dari LPDP

Menanggapi hal tersebut, LPDP menyampaikan respons melalui Story di akun Instagram resminya, @lpdp_ri, pada Jumat, 20 Februari 2026. Institusi ini mengemukakan setidaknya tujuh poin tanggapan yang dirancang untuk menjawab kekhawatiran publik dan memperjelas posisi lembaga. Meskipun detail lengkap dari tujuh poin tersebut belum diungkapkan sepenuhnya dalam pemberitaan awal, langkah ini menunjukkan keseriusan LPDP dalam menangani isu yang menyangkut integritas dan reputasi program beasiswanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan ini dikeluarkan dalam konteks meningkatnya perhatian terhadap kontroversi tersebut, yang juga sempat disinggung dalam berita lain terkait permintaan Presiden Prabowo untuk menambah kuota beasiswa LPDP. Respons LPDP diharapkan dapat meredakan ketegangan dan memberikan panduan yang jelas bagi para awardee maupun calon penerima beasiswa di masa depan, sambil menegaskan nilai-nilai kebangsaan yang dijunjung tinggi oleh lembaga ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga