Jabar Siapkan Rp 218 Miliar Beasiswa untuk Siswa SMA/SMK Swasta Kurang Mampu
Jabar Siapkan Rp 218 Miliar Beasiswa untuk Siswa Swasta

Jawa Barat Komitmen Salurkan Beasiswa Rp 218 Miliar untuk Siswa Swasta Kurang Mampu

Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi mengonfirmasi kesiapan program beasiswa bagi siswa kurang mampu yang menempuh pendidikan di jenjang SMA dan SMK swasta. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa dana tersebut telah dipersiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat untuk tahun 2026.

Mekanisme Penyaluran Berdasarkan Data Siswa Baru

Menurut penjelasan Dedi Mulyadi, jumlah penerima beasiswa akan ditentukan berdasarkan data jumlah peserta didik yang masuk pada tahun ajaran baru 2026/2027. "Mulai belajarnya itu kan nanti bulan Juni-Juli. Jadi hari ini belum bisa mendapat update data jumlah siswa kelas 1 tidak mampu di sekolah swasta tahun ajaran 2026/2027," ujarnya dalam keterangan resmi di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (3/2/2026).

Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama para orang tua dan siswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi namun bersekolah di lembaga pendidikan swasta. Total nilai beasiswa yang dialokasikan mencapai Rp 218 miliar, sebuah angka yang signifikan dalam upaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas.

Fokus pada Kesejahteraan Pendidikan di Sekolah Swasta

Kebijakan ini mencerminkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap kondisi siswa di sekolah swasta, yang seringkali menghadapi tantangan finansial lebih besar dibandingkan dengan sekolah negeri. Beasiswa ini diharapkan dapat:

  • Meringankan beban biaya pendidikan keluarga kurang mampu.
  • Mencegah angka putus sekolah di jenjang menengah atas.
  • Mendorong pemerataan kesempatan belajar di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dengan skema pendataan yang akan dilakukan beberapa bulan menjelang tahun ajaran baru, pemerintah memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen jangka panjang untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui sektor pendidikan.