Kisah Alumni LPDP Oxford yang Pilih Pulang dan Jadi Guru di Yogyakarta
Alumni LPDP Oxford Pilih Pulang dan Jadi Guru di Yogya

Di tengah sorotan publik terhadap cuitan kontroversial Dwi Sasetyaningtyas, awardee LPDP yang mengungkapkan kebanggaan atas status kewarganegaraan Inggris anaknya, muncul kisah inspiratif lain dari penerima beasiswa yang memilih pulang dan mengabdi di Tanah Air.

Pilihan untuk Kembali dan Mengabdi

Aishah Prastowo merupakan alumni LPDP generasi pertama, tepatnya dari angkatan PK-6, yang berhasil menempuh pendidikan S3 di universitas ternama dunia, Oxford University, di Inggris. Ia mengambil jurusan Engineering Science yang sangat prestisius dan menantang.

Membangun Sekolah dan Menjadi Guru

Meskipun memiliki kesempatan karir yang luas di luar negeri berkat latar belakang pendidikannya, Aishah justru memutuskan untuk tetap kembali ke Indonesia. Ia tidak hanya pulang, tetapi juga memilih untuk mengabdi dengan cara yang sangat mulia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Aishah memulai perjalanan pengabdiannya dengan membangun sebuah sekolah. Langkah ini menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap dunia pendidikan di Tanah Air. Dari sana, ia akhirnya menjadi guru SMA di Yogyakarta, sebuah pilihan yang mungkin tidak terduga bagi banyak orang mengingat prestasi akademiknya yang gemilang.

Kisah Aishah ini menjadi penyeimbang dalam diskusi tentang penerima beasiswa LPDP. Sementara beberapa mungkin memilih untuk menetap di luar negeri, ada banyak seperti Aishah yang justru melihat peluang untuk berkontribusi langsung bagi kemajuan Indonesia.

Pengalamannya di Oxford University, dengan segala pengetahuan dan jaringan yang diperoleh, kini ia terapkan dalam mendidik generasi muda di Yogyakarta. Hal ini membuktikan bahwa gelar dan pendidikan tinggi tidak selalu harus diartikan dengan mengejar karir di korporasi multinasional atau institusi riset bergengsi di luar negeri.

Pilihan Aishah untuk menjadi guru SMA juga menggarisbawahi pentingnya peran pendidik dalam membentuk masa depan bangsa. Dengan latar belakang S3 dari Oxford, ia membawa perspektif global dan kedalaman ilmu yang dapat menginspirasi siswa-siswanya untuk berpikir kritis dan berani bermimpi besar.

Kisah inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi penerima beasiswa lainnya, baik dari LPDP maupun program lain, untuk mempertimbangkan kembali kontribusi mereka bagi Indonesia. Pengabdian di Tanah Air, dalam berbagai bentuk, tetap menjadi pilihan yang sangat bermakna dan berdampak luas bagi pembangunan negeri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga