Pramono Anung Akhirnya Ngalah soal Venue Konser BTS, Diprotes ARMY dan Anaknya Sendiri
Pramono Ngalah soal Venue Konser BTS Usai Diprotes

Gubernur DKI Jakarta Akhirnya Mengalah Soal Pilihan Venue Konser BTS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka mengakui bahwa ia telah mengubah sikapnya terkait rencana pemilihan venue untuk konser grup musik asal Korea Selatan, BTS, di Jakarta. Awalnya, Pramono dengan tegas mendorong agar konser tersebut digelar di Jakarta International Stadium (JIS). Namun, kini ia menyatakan tidak lagi ikut campur dan menerima jika konser akhirnya diadakan di Gelora Bung Karno (GBK).

Protes dari ARMY dan Keluarga Membuat Pramono Berubah Pikiran

Dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin, 20 April 2026, Pramono menjelaskan bahwa keputusan untuk mengubah pendiriannya datang setelah ia menerima berbagai masukan dari kalangan penggemar BTS, yang dikenal sebagai ARMY. "Konser BTS terus terang awalnya saya pengen main di JIS. Ya namanya juga Gubernur Jakarta, wajar-wajar aja," ujar Pramono.

Namun, tekanan tidak hanya datang dari para penggemar umum. Keluarga terdekatnya juga turut menyuarakan keberatan. Pramono menceritakan momen ketika anaknya, yang juga merupakan seorang ARMY, secara langsung memprotes keterlibatannya dalam urusan venue konser tersebut. "ARMY, anak saya juga ARMY, sampai saya bangun tidur diketok pintu saya, 'Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati'," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

ARMY sendiri adalah sebutan untuk penggemar BTS, yang merupakan akronim dari Adorable Representative M.C. for Youth. Dukungan dan kritik dari komunitas ini ternyata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan Pramono.

Keputusan Akhir: Tidak Ada Lagi Intervensi dan Dukungan untuk GBK

Sejak menerima masukan tersebut, Pramono memutuskan untuk menghentikan segala bentuk intervensi terkait venue konser BTS. "Saya bilang, 'Oke deh mulai hari ini bapakmu tidak statement lagi'. Jadi menyerahkan kepada Gusti Allah," tegasnya.

Ia mengaku bahwa mayoritas ARMY lebih memilih GBK sebagai lokasi konser, dan kini ia pun legowo menerima pilihan tersebut. "Kemarin saya bilang saya mau BTS-nya main di JIS, waduh ARMY-nya marah semua sama saya dan anak saya juga ARMY kebetulan 'Udah lah bapak biar mainnya di GBK aja'. Kali ini saya ngalah kalau main di GBK juga nggak apa-apa," tandas Pramono.

Perubahan sikap ini menunjukkan bagaimana suara publik dan keluarga dapat mempengaruhi kebijakan dan keputusan seorang pemimpin. Meskipun awalnya memiliki keinginan kuat untuk mempromosikan JIS, Pramono akhirnya memilih untuk mengutamakan kepuasan dan kenyamanan para penggemar BTS.

Dengan demikian, rencana konser BTS di Jakarta kini tampaknya akan berjalan sesuai dengan preferensi ARMY, dengan GBK sebagai venue yang paling diharapkan. Keputusan Pramono untuk ngalah ini juga mendapat apresiasi dari banyak pihak, yang melihatnya sebagai bentuk penghormatan terhadap keinginan masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga