Polisi mengantisipasi potensi bentrokan antarsuporter saat acara nonton bareng (nobar) pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026. Sebanyak 109 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Kodim 0501/Jakarta Pusat dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik keramaian.
Pengamanan di 13 Titik Nobar
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung menyatakan bahwa terdapat 13 titik nobar di wilayah Jakarta Pusat yang menjadi fokus pengamanan. Rinciannya, 10 titik berada di dalam ruangan (indoor) dan tiga titik di area terbuka (outdoor).
“Hari ini berlangsung pertandingan sepak bola antara Persija dan Persib. Di Jakarta Pusat terdapat 13 titik nobar, 10 titik indoor dan 3 titik outdoor. Karena itu kami melaksanakan patroli gabungan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” kata Reynold.
Patroli Gabungan TNI-Polri
Patroli gabungan TNI-Polri dilakukan dengan menyisir sejumlah lokasi nobar dan titik keramaian guna mencegah konvoi liar hingga bentrokan antarpendukung. Rivalitas kedua kelompok suporter dinilai memiliki potensi memicu gangguan keamanan.
“Kita tidak boleh underestimate karena kedua suporter sangat fanatik. Seluruh personel diminta menjaga keamanan, keselamatan masyarakat, dan mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.
Penjagaan di Kawasan GBK
Selain melakukan patroli pengamanan nobar, personel gabungan juga memperketat penjagaan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Di lokasi tersebut, pada waktu bersamaan juga berlangsung kegiatan perayaan HUT GRIB Jaya.
“Selain patroli nobar, kami juga melaksanakan strong point di kawasan GBK karena ada kegiatan masyarakat lainnya yang berlangsung bersamaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf. Alam Budiman meminta seluruh personel TNI dan Polri menjaga soliditas selama proses pengamanan berlangsung. “Yang paling utama adalah menjaga sinergitas dan memastikan Jakarta Pusat tetap aman dan kondusif,” kata Alam.



