Di tengah hiruk-pikuk penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026, sosok Iyung (64) mencuri perhatian. Berpengalaman puluhan tahun, ia terlihat tenang dan cekatan saat menyembelih sapi di Gedung DPRD DKI Jakarta. Bagi Iyung, menjadi jagal bukanlah pekerjaan musiman, melainkan profesi yang telah ia geluti sejak usia 17 tahun.
Keahlian Warisan Turun-Temurun
Iyung mengungkapkan bahwa keahliannya sebagai jagal tidak diperoleh secara instan. Semua berkat warisan dari sang kakek yang pertama kali mengenalkannya pada dunia penyembelihan hewan. "Kakek," ujarnya singkat saat ditemui di lokasi, Rabu (27/5/2026). Pengalaman panjang membuatnya tetap berhati-hati, terutama saat menangani sapi.
Pisau Tajam, Kunci Utama
Menurut Iyung, salah satu faktor paling penting dalam penyembelihan adalah ketajaman pisau. "Kalau motong itu pisaunya mesti tahu, mesti tajam. Jangan pisaunya ecek-ecek," tegasnya. Pisau yang kurang tajam tidak hanya membahayakan jagal, tetapi juga dapat mengganggu kelancaran proses penyembelihan.
Tantangan Menyembelih Sapi Bali
Iyung berbagi pengalaman mengenai tantangan saat menyembelih sapi Bali. Posisi jagal sangat menentukan keselamatan karena sapi dapat menendang ke samping maupun belakang. "Tantangannya jangan ngambil dari belakang kaki. Sapi Bali itu nendangnya begitu, sama samping," tuturnya. Ia juga menyebut kondisi sapi yang stres dan mengeluarkan darah dari hidung sebagai situasi paling sulit. "Kalau sapi sudah hidungnya berdarah, dijemur, itu lebih gila," kata dia.
Pengalaman Berharga dan Cedera Ringan
Selama puluhan tahun, Iyung memiliki banyak cerita, termasuk saat menangani kerbau yang masih mengeluarkan tenaga terakhir setelah disembelih. Ia pernah mengingatkan rekannya untuk menjaga jarak, namun rekannya yang masih baru mengabaikan hingga akhirnya terkena hantaman. "Saya bilang tunggu tenaga terakhir dia. Akhirnya dihantam, patah ininya (kaki)," ujarnya sambil menunjuk kakinya. Iyung sendiri pernah mengalami cedera ringan di bagian pelipis akibat benturan saat bekerja.
Stamina dan Pesan untuk Generasi Muda
Meski usia tak lagi muda, Iyung tetap aktif. Pada Idul Adha tahun ini, ia sudah berpindah-pindah lokasi dan menyembelih puluhan sapi. "Udah berapa tempat. Sapinya udah 8, terus 5, 7. Ya 20-an lah," katanya. Untuk menjaga stamina, ia mengonsumsi susu kambing dan menjaga kondisi tubuh. Sebagai jagal senior, Iyung berpesan kepada generasi muda agar tidak meremehkan hewan kurban dan selalu mengutamakan keselamatan. "Berhati-hatilah, jangan terlalu sombong. Jangan anggap sapi itu nggak berani ngelawan kita," imbuhnya.



