Menjelang final Piala Dunia 2026, sejumlah sekolah di Singapura mengambil langkah tidak biasa dengan memundurkan jam masuk sekolah hingga dua jam lebih lambat pada Senin, 20 Juli mendatang. Kebijakan ini diambil demi memberikan waktu istirahat yang cukup bagi para siswa yang diperkirakan begadang menyaksikan laga perebutan juara antara Spanyol dan Argentina yang berlangsung pada dini hari waktu setempat.
Jam Masuk Mundur hingga Dua Jam
Berdasarkan laporan dari Kompas.com, beberapa sekolah memutuskan siswa bisa masuk siang, bahkan jam masuk sekolah mundur hingga dua jam lebih lambat dari biasanya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan pihak sekolah agar para siswa tetap dapat menikmati momen kebersamaan bersama teman dan keluarga. "Kami ingin siswa tetap bisa menikmati pertandingan tanpa harus mengorbankan waktu istirahat mereka," ujar seorang perwakilan sekolah di Singapura dikutip dari Kompas.com.
Nobar Bersama di Sekolah
Tak hanya memundurkan jam pelajaran, beberapa sekolah juga mengadakan nonton bareng (nobar) bersama. Kegiatan nobar ini diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran tentang kerja sama tim dan sportivitas. "Dengan nobar, siswa dapat belajar apa itu kerja sama tim dan semangat juang dari para pemain di Piala Dunia 2026," tambah perwakilan sekolah tersebut.
Dampak Positif bagi Siswa
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari orang tua dan siswa. Seorang siswa mengaku senang karena bisa menonton pertandingan tanpa khawatir bangun kesiangan. "Ini pengalaman yang menyenangkan, kami bisa mendukung tim favorit sambil tetap bisa sekolah," katanya. Pihak sekolah berharap langkah ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mempererat hubungan sosial di antara mereka.



