Bentrokan Kartel Guncang Persiapan Piala Dunia 2026 di Meksiko, Jerman Khawatir
Bentrokan Kartel Guncang Persiapan Piala Dunia di Meksiko

Gelombang Kekerasan Kartel Mengancam Persiapan Piala Dunia 2026 di Meksiko

Persiapan untuk Piala Dunia 2026 di Meksiko diguncang oleh gelombang bentrokan antara aparat keamanan dan anggota kartel narkoba. Insiden ini memicu kekhawatiran serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah asing seperti Jerman, yang telah memperbarui imbauan perjalanan untuk warganya.

Jerman Tingkatkan Kewaspadaan dan Prioritas Keamanan

Meskipun tim nasional sepak bola Jerman tidak akan bermain di Meksiko pada fase grup Piala Dunia Juni mendatang, pejabat di Berlin sudah mempertimbangkan dampak bentrokan terbaru. Christoph Ploss, Koordinator Industri Maritim dan Pariwisata Jerman, menegaskan bahwa FIFA harus bekerja sama dengan pemerintah Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko untuk memastikan keselamatan penggemar dan kepatuhan terhadap aturan keamanan.

"Melindungi turis Jerman adalah prioritas yang sangat tinggi bagi Berlin," kata Ploss kepada surat kabar Handelsblatt. Kementerian Luar Negeri Jerman termasuk di antara banyak otoritas nasional yang memperbarui imbauan perjalanan mereka ke Meksiko, mendesak warganya untuk menghindari wilayah terdampak dan tetap berlindung di dalam ruangan.

Lebih dari 70 Tewas dalam Bentrokan yang Dipicu Kematian El Mencho

Peringatan itu dikeluarkan tak lama setelah kabar tewasnya gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes atau "El Mencho" oleh aparat keamanan pada Senin (23/02). Kematiannya memicu bentrokan yang telah menewaskan lebih dari 70 orang. Anggota kartel memblokir jalan raya, membakar kendaraan, dan pertokoan di setengah lusin negara bagian, meskipun tidak ada laporan korban sipil.

Cervantes adalah pimpinan kartel Jalisco New Generation yang berkuasa. Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia. Estadio Akron di Guadalajara adalah salah satu dari tiga stadion di Meksiko yang akan menjadi lokasi pertandingan, termasuk laga playoff antara Kongo, Jamaika, dan Kaledonia Baru dari 26 hingga 31 Maret.

Meksiko Jadi Tuan Rumah 13 Pertandingan, Kekerasan Ancam Pariwisata

Secara total, FIFA menjadwalkan 13 pertandingan berlangsung di Meksiko, termasuk laga pembuka yang bergengsi di ibu kota pada 11 Juni 2026. Sebagian besar dari total 104 pertandingan akan berlangsung di Amerika Serikat (78), sementara Kanada menjadi tuan rumah 13 pertandingan lainnya.

Gelombang kekerasan saat ini membuat pemerintah asing khawatir untuk mengirim tim dan pendukung mereka ke Meksiko. Maria Dolores Aguirre, pemilik toko kelontong di Kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, mengatakan kepada Associated Press bahwa bisnisnya sangat bergantung pada pariwisata.

"Pemerintah harus menghadirkan banyak pengamanan. Saya rasa ini akan berdampak karena semua orang melihat apa yang terjadi, dan tentu saja orang akan berpikir dua kali sebelum datang," katanya. "Ya, pasti akan berdampak."

Dampak pada Sepak Bola dan Respons FIFA

Kekerasan tersebut sudah memberikan dampak besar pada dunia sepak bola di negara itu, dengan empat pertandingan di liga putra dan putri dibatalkan pada Minggu (22/02). Namun, turnamen Merida Open untuk tenis putri di bagian timur negara itu disebut berjalan sesuai rencana.

Sebelum kekerasan yang pecah pada Senin (23/02), perhatian FIFA sebagian besar tertuju pada tuan rumah utama, Amerika Serikat. Untuk Meksiko, dengan lebih dari tiga bulan sebelum Piala Dunia dimulai, FIFA tampaknya memilih pendekatan menunggu dan mengamati.

"FIFA Meksiko memantau situasi di Jalisco dengan ketat dan terus berkomunikasi dengan otoritas," kata seorang juru bicara FIFA kepada Reuters. "Kami akan mengikuti langkah dan arahan dari berbagai lembaga pemerintah yang bertujuan menjaga keamanan publik dan memulihkan keadaan normal."

Respons Asosiasi Sepak Bola Jerman dan Harapan untuk Normalisasi

Untuk saat ini, Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) juga belum panik. Andreas Rettig, direktur pelaksana DFB, menyatakan harapannya kepada surat kabar Augsburger Allgemeine.

"Mari berharap situasi bak perang ini cepat mereda dan tidak makin meningkat," kata Rettig. "Pikiran saya bersama seluruh warga Meksiko yang menderita akibat kerusuhan ini."

Laporan ini menggarisbawahi tantangan keamanan yang kompleks dalam persiapan acara olahraga global, dengan fokus pada koordinasi antara FIFA, pemerintah, dan otoritas lokal untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.