AS Izinkan Iran Ikut Piala Dunia 2026 dengan Syarat Ketat
AS Izinkan Iran Ikut Piala Dunia 2026 dengan Syarat Ketat

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyatakan tidak keberatan atas partisipasi tim nasional Iran dalam Piala Dunia FIFA 2026. Meskipun demikian, Washington menetapkan syarat ketat terkait siapa saja yang diperbolehkan masuk ke wilayah mereka, terutama menyangkut keterlibatan individu dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Larangan bagi Individu Terafiliasi IRGC

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa pintu hanya terbuka bagi atlet, bukan bagi mereka yang memiliki hubungan dengan IRGC. AS telah menetapkan organisasi tersebut sebagai organisasi teroris asing. Hal ini berarti individu yang terafiliasi dengan IRGC tidak akan diizinkan memasuki Amerika Serikat, meskipun mereka bagian dari delegasi Iran.

Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan panjang terkait keamanan nasional. Pemerintah AS ingin memastikan bahwa Piala Dunia 2026 berlangsung aman tanpa adanya ancaman dari individu yang terkait dengan kelompok yang dianggap teroris. Iran sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait syarat ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini adalah pertama kalinya tiga negara menjadi tuan rumah bersama. Partisipasi Iran dalam turnamen ini menjadi sorotan mengingat ketegangan hubungan diplomatik antara Iran dan AS.

Langkah AS ini juga menuai beragam reaksi. Beberapa pihak mendukung kebijakan tersebut demi keamanan, sementara yang lain menganggapnya sebagai diskriminasi terhadap atlet Iran. Namun, pemerintah AS tetap pada pendiriannya bahwa keamanan adalah prioritas utama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga