Studi Ungkap Ancaman Perubahan Iklim dan Kesehatan pada Industri Olahraga Global
Ancaman Perubahan Iklim pada Industri Olahraga Global

Studi Ungkap Dampak Perubahan Iklim Terhadap Industri Olahraga Global

Studi terbaru yang dipublikasikan oleh earth.org memperingatkan bahwa tantangan lingkungan dan kesehatan yang saling berkaitan mengancam pertumbuhan industri olahraga secara jangka panjang, dengan nilai mencapai 2,3 triliun dolar AS. Penelitian ini mengidentifikasi dua faktor utama yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi sektor olahraga di seluruh dunia.

Dua Ancaman Utama yang Dihadapi

Pertama, peningkatan dampak lingkungan seperti tekanan panas, peristiwa cuaca ekstrem, dan polusi dapat mengganggu kompetisi olahraga, mengurangi pengalaman penonton, membatasi kesejahteraan masyarakat, serta mempengaruhi rantai pasokan dan operasi yang mendukung ekonomi olahraga secara lebih luas. Kedua, penurunan aktivitas fisik khususnya di kalangan kaum muda berisiko menurunkan partisipasi dan konsumen, yang pada gilirannya mengancam pendapatan di sektor pakaian olahraga, acara elit, pariwisata, hingga kebugaran.

Jika digabungkan, ancaman-ancaman ini diperkirakan dapat mengakibatkan penurunan pendapatan tahunan sebesar 14% atau sekitar 517 miliar dolar AS pada tahun 2030, dan meningkat menjadi 18% atau 1,6 triliun dolar AS pada pertengahan abad ini. Hal ini menunjukkan urgensi untuk mengatasi isu-isu tersebut demi keberlanjutan industri.

Gangguan Terkait Iklim Semakin Meningkat

Dalam laporan yang disusun oleh Forum Ekonomi Dunia bekerja sama dengan Oliver Wyman, sebuah perusahaan konsultan, disebutkan bahwa peristiwa global seperti Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina di Italia kembali memicu berbagai perspektif tentang ancaman perubahan iklim terhadap musim olahraga dingin dan industri olahraga secara keseluruhan. Penyelenggaraan Olimpiade di Italia serta Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing harus sepenuhnya mengandalkan salju buatan karena kurangnya salju alami.

Sementara itu, pada Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia, suhu yang relatif tinggi turut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya cedera di kalangan atlet Paralimpiade. Gangguan akibat perubahan iklim juga semakin dirasakan pada Olimpiade Musim Panas, seperti yang terjadi di Paris dengan kondisi musim panas yang sangat ekstrem.

Risiko pada Ajang Olahraga Lainnya

Sejumlah ajang besar lainnya di berbagai negara juga menghadapi risiko yang semakin besar berupa pembatalan, penundaan, atau penyesuaian jadwal akibat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Sebuah studi pada 2025 menyebutkan bahwa pelari maraton kemungkinan akan semakin jarang berlomba dalam kondisi ideal seiring meningkatnya suhu global.

Penelitian tersebut dirilis hanya seminggu setelah peserta Maraton Berlin menghadapi kesulitan akibat suhu panas yang tidak biasa. Beberapa minggu sebelumnya, gelombang panas pada musim panas juga mengganggu penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo. Kondisi serupa dialami para petenis papan atas dunia yang berlaga di Shanghai Masters di Tiongkok, yang menggambarkan suhu tinggi saat itu sebagai kondisi yang sangat menuntut secara fisik.

Dengan demikian, studi ini menekankan pentingnya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim untuk melindungi masa depan industri olahraga global dari dampak negatif yang semakin nyata.