KOMPAS.com — Sebuah stereotip lama mengatakan bahwa perempuan sulit memahami sepak bola. Bukan hanya sebagai penonton, menjadi pemain atau wasit pun sering dianggap kurang dibanding pria. Namun, Piala Dunia 2026 menjadi saksi bisu perubahan besar.
Tiga Wasit Perempuan di Piala Dunia 2026
Dalam ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu, tiga wasit perempuan berdiri tegak di tengah lapangan untuk memimpin pertandingan. Mereka adalah Tori Penso, Brooke Mayo, dan Kathryn Nesbitt. Dengan penuh percaya diri, mereka mengawasi para pemain tim nasional yang semuanya adalah pria.
Kehadiran mereka tidak hanya sekadar partisipasi, melainkan simbol kesetaraan gender di dunia olahraga. Tori Penso, wasit asal Amerika Serikat, telah lama dikenal sebagai wasit profesional di MLS. Brooke Mayo dan Kathryn Nesbitt juga memiliki pengalaman luas di kompetisi domestik dan internasional.
Momen Bersejarah untuk Sepak Bola Wanita
Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru. Sebelumnya, wasit perempuan jarang diberi kesempatan memimpin pertandingan putra di level tertinggi. Namun, FIFA terus berupaya mendorong inklusivitas dan kesetaraan gender. Keputusan ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk pemain dan pelatih.
Para wasit perempuan ini tidak hanya memimpin jalannya pertandingan, tetapi juga menunjukkan bahwa kemampuan tidak ditentukan oleh gender. Mereka telah melewati proses seleksi ketat dan pelatihan intensif untuk mencapai level tersebut.
Dengan adanya tiga wasit perempuan di Piala Dunia 2026, diharapkan stereotip lama perlahan terkikis. Sepak bola adalah untuk semua orang, tanpa memandang jenis kelamin. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi oleh seluruh pecinta olahraga di dunia.



