PBSI Evaluasi Kinerja Tim Putra Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2026
PBSI Evaluasi Kinerja Tim Putra di Kejuaraan Beregu Asia

PBSI Evaluasi Kinerja Tim Putra Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2026

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah menanggapi hasil akhir tim putra dan putri Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2026. Dalam evaluasi tersebut, terdapat target yang meleset dan harus segera dibenahi dalam waktu dekat untuk meningkatkan performa di kompetisi mendatang.

Target Tim Putra yang Meleset

Target yang meleset berkaitan dengan tim putra Indonesia, yang diharapkan dapat melangkah sampai final Kejuaraan Beregu Asia 2026. Anthony Sinisuka Ginting dan rekan-rekannya diproyeksikan untuk mencapai babak puncak, namun perjalanan mereka mentok di semifinal.

Tim putra Indonesia gagal menjinakkan Jepang dalam pertandingan semifinal, menelan kekalahan dengan skor 1-3 pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kekalahan ini menjadi titik balik yang menyoroti perlunya perbaikan strategi dan persiapan.

Sorotan pada Personel Ganda Putra

Sorotan tajam tertuju kepada personel ganda putra Indonesia, yang kerap menyebabkan kehilangan poin penting selama turnamen. Performa mereka dinilai kurang konsisten, terutama dalam pertandingan melawan tim-tim kuat seperti Malaysia, Thailand, dan Jepang.

Kelemahan di sektor ganda putra ini telah menjadi faktor kunci dalam kegagalan tim mencapai target final. PBSI menekankan pentingnya evaluasi mendalam dan pelatihan intensif untuk mengatasi masalah ini.

Langkah Perbaikan yang Direncanakan

Dalam waktu dekat, PBSI berencana untuk melakukan beberapa langkah perbaikan, termasuk:

  • Evaluasi komprehensif terhadap performa seluruh pemain, terutama di sektor ganda putra.
  • Pelatihan khusus untuk meningkatkan koordinasi dan strategi dalam pertandingan tim.
  • Pemantauan ketat terhadap perkembangan pemain muda untuk memastikan regenerasi yang berkelanjutan.

Dengan upaya ini, PBSI berharap tim putra Indonesia dapat bangkit dan mencapai target yang lebih tinggi di kompetisi internasional berikutnya.