Video Viral Marinir Diadang KKB di Papua, TNI Jelaskan Fakta Sebenarnya
Video Viral Marinir Diadang KKB di Papua, TNI Jelaskan Fakta

Video Viral Marinir Diadang KKB di Papua, TNI Jelaskan Fakta Sebenarnya

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Marinir diadang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di dalam hutan Papua. Video ini diunggah oleh akun @ednoghalyno dan dengan cepat menjadi viral, memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan dari publik.

Isi Video yang Viral

Dalam video tersebut, terlihat jelas beberapa anggota Marinir sedang membersihkan batang-batang pohon besar yang sengaja diletakkan melintang di jalan. Suara tembakan juga terdengar dalam rekaman, menambah ketegangan situasi. Akun @ednoghalyno yang membagikan video ini memberikan keterangan bahwa konvoi kendaraan TNI diadang oleh KKB dengan cara menempatkan pohon-pohon tersebut sebagai penghalang, dan tembakan dilakukan sebagai balasan atas serangan dari kelompok bersenjata itu.

Penjelasan Resmi dari TNI

Menanggapi viralnya video ini, Kadispen Kormar Kolonel Mar Rana Karyana memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa kejadian dalam video tersebut bukanlah insiden baru, melainkan peristiwa lama yang terjadi pada 31 Oktober 2025 di daerah Yahukimo, Papua. "Saya jelaskan bahwa kejadian itu sebenarnya sudah lama sekitar tanggal 31 Oktober 2025 di daerah Yahukimo, memang itu dari Satgas Marinir, dalam hal ini tidak ada korban sama sekali," ujar Rana.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rana menambahkan bahwa video yang beredar merupakan bagian dari dokumentasi kegiatan Satgas Marinir yang sedang melaksanakan patroli dan pengamanan wilayah. Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas keamanan di Distrik Dekai. Lokasi di mana pohon-pohon diletakkan merupakan jalur yang sehari-hari digunakan oleh warga dan petugas untuk beraktivitas, sehingga pembersihan segera dilakukan untuk mengamankan area tersebut.

Kegiatan Rutin Pengamanan Wilayah

Menurut penjelasan TNI, kegiatan membersihkan penghalang jalan seperti yang terlihat dalam video merupakan bagian dari tugas rutin pengamanan wilayah. Semua tindakan dilakukan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. "Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas rutin pengamanan wilayah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Tidak terdapat kerugian personel dalam kegiatan tersebut," pungkas Rana.

Dengan demikian, meskipun video menunjukkan situasi yang mencekam, TNI menekankan bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak mereka dalam insiden tersebut. Kejadian ini sekaligus mengingatkan akan tantangan keamanan yang masih dihadapi di wilayah Papua, di mana KKB kerap melakukan aksi-aksi yang mengganggu stabilitas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga