Rentetan Serangan Israel di Gaza Tewaskan 8 Orang, Gencatan Senjata Terancam
Serangan Israel Tewaskan 8 Orang di Gaza, Gencatan Senjata Terancam

Rentetan Serangan Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang, Gencatan Senjata Terancam

Gaza City - Sedikitnya delapan orang tewas akibat rentetan serangan terbaru militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza. Gempuran militer ini terjadi saat gencatan senjata Gaza, yang disepakati pada Oktober tahun lalu, masih diberlakukan, memicu kekhawatiran atas stabilitas perdamaian yang rapuh.

Serangan di Tuffah dan Khan Younis

Para petugas medis Gaza melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam sekelompok warga Palestina di area Tuffah, Kota Gaza, pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat. Akibatnya, sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Serangan ini terjadi di wilayah utara Jalur Gaza, menambah daftar korban dalam konflik yang berkepanjangan.

Rentetan serangan udara lainnya, yang melibatkan drone tempur, menghantam dua pos pemeriksaan kepolisian di area Khan Younis dan area Abu Hujair, yang terletak di barat laut kamp pengungsi Bureij, pada hari yang sama. Laporan petugas medis Gaza menyebut sedikitnya lima orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, menunjukkan intensitas operasi militer yang meningkat.

Tanggapan Militer Israel dan Pelanggaran Gencatan Senjata

Militer Israel belum memberikan tanggapan langsung atas laporan soal serangan-serangan mematikan ini. Namun, dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengatakan bahwa pasukannya yang beroperasi di Jalur Gaza bagian selatan telah menewaskan seorang militan yang memberikan ancaman langsung, setelah dia menyeberang ke wilayah yang masih diduduki Israel. Militer Tel Aviv menggambarkan insiden itu sebagai pelanggaran gencatan senjata Gaza, sementara Hamas dan Israel saling menyalahkan atas pelanggaran tersebut.

Jalur Gaza telah hancur lebur akibat perang yang berkecamuk sejak Oktober 2023, setelah Hamas secara mengejutkan menyerang wilayah Israel. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa total lebih dari 72.000 orang, sebagian besar warga sipil, tewas akibat rentetan serangan Israel sejak saat itu, menggambarkan skala tragedi kemanusiaan yang mendalam.

Dampak Gencatan Senjata dan Fase Kedua

Laporan Kementerian Kesehatan Gaza juga menyebutkan bahwa sedikitnya 600 orang tewas akibat serangan Israel yang terus berlanjut sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025. Di sisi lain, militer Israel mengklaim bahwa empat tentaranya tewas di tangan militan Gaza sejak gencatan senjata dimulai, menunjukkan siklus kekerasan yang belum terputus.

Pada Januari lalu, gencatan senjata Gaza mulai memasuki fase kedua, di mana Israel diharapkan menarik pasukannya lebih jauh dari Gaza dan Hamas diharuskan melucuti persenjataan serta menyerahkan kendali atas administrasi Jalur Gaza. Namun, serangan terbaru ini mengancam kemajuan fase tersebut dan memperburuk ketegangan di wilayah yang sudah rapuh.

Konflik ini terus menyoroti kompleksitas politik dan keamanan di Timur Tengah, dengan korban sipil yang terus berjatuhan di tengah upaya perdamaian yang belum sepenuhnya efektif.