Saksi Mata Ungkap Momen Mencekam Ledakan di Tengah Ibadah Tarawih
Sebuah insiden ledakan mengguncang Masjid Raya Pesona di Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, pada Selasa malam (17/3/2026). Kejadian ini terjadi tepat saat jemaah sedang melaksanakan salat tarawih, menciptakan suasana mencekam di tempat ibadah tersebut.
Imam Tetap Lanjutkan Salat Meski Suara Ledakan Menggema
Kholis, seorang muazin sekaligus saksi mata di masjid tersebut, mengungkapkan detail kronologi kejadian. "Ledakan terjadi tepat pada rakaat pertama di salam ketujuh salat tarawih," jelas Kholis seperti dilaporkan detikJatim, Rabu (18/3/2026).
Menurut penuturannya, meski suara ledakan yang keras terdengar, imam yang memimpin salat memilih untuk tetap melanjutkan ibadah. "Imam tetap melanjutkan salat, sehingga kami para makmum pun ikut bertahan hingga selesai," tambah Kholis. Sikap tenang imam ini diikuti oleh sebagian jemaah, meski beberapa sempat menoleh mencari sumber suara yang mengagetkan tersebut.
Lokasi Ledakan di Area Penyimpanan Sarung dan Air Mineral
Kholis menjelaskan bahwa sumber ledakan berasal dari area luar bagian utara masjid. "Tepatnya dekat tempat penyimpanan sarung dan air mineral di depan kamar mandi," ujarnya. Lokasi ini berjarak sekitar dua sampai tiga meter dari jemaah terdekat yang sedang beribadah.
Meski berdekatan dengan titik ledakan, tidak ada jemaah yang tepat berada di lokasi kejadian. "Alhamdulillah tidak ada yang tepat di lokasi ledakan," ungkap Kholis dengan nada lega. Kondisi ini mencegah korban jiwa dalam insiden yang terjadi di malam bulan Ramadan tersebut.
Kerusakan Fisik dan Reaksi Jemaah yang Berbeda
Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan masjid. Dinding ventilasi masjid mengalami lubang dengan diameter sekitar satu meter, sementara plafon dan instalasi di sekitarnya juga mengalami kerusakan.
Reaksi jemaah terbagi menjadi dua kelompok setelah kejadian:
- Sebagian kecil jemaah di dalam masjid (sekitar enam orang bersama imam) memilih menyelesaikan salat hingga salam
- Jemaah di bagian luar masjid dan sebagian di dalam memilih keluar untuk memastikan kondisi keamanan
Kholis menambahkan bahwa jemaah di area luar sempat bubar karena panik, menciptakan suasana hiruk-pikuk di sekitar tempat ibadah. Sementara itu, petugas kepolisian dengan persenjataan lengkap telah dikerahkan untuk mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini terjadi di tengah pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Hingga saat ini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib yang turun tangan mengolah TKP untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian tersebut.
