Kerusuhan Melanda Meksiko Usai Kematian Bos Kartel El Mencho
Kerusuhan dan kekerasan melanda Meksiko pada Senin, 23 Februari 2026, yang mengakibatkan lebih dari 14 orang terluka. Di antara korban tersebut, tujuh di antaranya adalah anggota Garda Nasional yang bertugas menjaga keamanan. Insiden ini memicu kepanikan di berbagai wilayah, dengan dampak yang terasa hingga ke fasilitas publik utama.
Kepanikan di Bandara dan Kota Wisata
Video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana mencekam di bandara Guadalajara, di mana para penumpang berlarian panik menyelamatkan diri. Sementara itu, di kota Puerto Vallarta, asap mengepul terlihat memenuhi udara, menandakan adanya kerusuhan yang meluas. Gubernur Pablo Lemus segera mengambil langkah darurat dengan mendesak warga untuk tetap tinggal di rumah mereka guna menghindari risiko lebih lanjut.
Transportasi umum dihentikan sementara dan sekolah-sekolah di beberapa wilayah terpaksa ditutup pada hari yang sama untuk mencegah korban jiwa bertambah. Langkah-langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap situasi yang semakin tidak terkendali, dengan pihak berwenang berusaha memulihkan ketertiban.
Pemicu: Kematian El Mencho dalam Operasi Militer
Peristiwa kerusuhan ini tidak terlepas dari kematian El Mencho, bos kartel narkoba yang tewas dalam operasi militer pasukan khusus Meksiko. Operasi tersebut dilaksanakan di Talpalpa, bagian selatan Jalisco, pada Minggu, 22 Februari 2026. Kematiannya diduga memicu pembalasan dari kelompok kartel, yang berujung pada kekerasan dan kerusuhan di berbagai lokasi.
Insiden ini menggarisbawahi kompleksitas perang melawan narkoba di Meksiko, di mana kartel-kartel sering kali melakukan aksi balasan yang berdampak luas terhadap masyarakat sipil. Pihak berwenang kini tengah berupaya menstabilkan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut, sambil mengevaluasi langkah-langkah keamanan jangka panjang.