Israel Gempur Lebanon Selatan, Empat Jiwa Melayang Termasuk Balita
Pasukan Israel melancarkan serangan mematikan di wilayah selatan Lebanon, menewaskan empat orang termasuk seorang anak berusia tiga tahun. Insiden ini terjadi dalam dua operasi terpisah yang menurut militer Israel ditujukan untuk menetralisir anggota kelompok Hizbullah.
Serangan Udara di Yanouh Tewaskan Tiga Warga
Berdasarkan laporan dari kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), yang mengutip pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Lebanon, tiga korban jiwa termasuk balita tersebut gugur akibat serangan udara Israel di desa Yanouh. Militer Israel mengonfirmasi operasi di daerah tersebut namun menyebut targetnya adalah seorang militan Hizbullah yang diidentifikasi sebagai kepala artileri di wilayah itu.
Militer Israel menyatakan bahwa target tersebut telah melakukan berbagai serangan terhadap Israel selama periode perang dan sedang berupaya memulihkan kemampuan artileri kelompoknya. Meski demikian, pihak militer mengakui adanya klaim mengenai korban sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
Korban Keempat di Aita al-Shaab dan Penangkapan Pejabat
Korban jiwa keempat ditemukan di desa perbatasan Aita al-Shaab, di mana seorang pria dilaporkan tewas akibat serangan Israel. Dalam perkembangan terpisah, pasukan Israel juga menangkap seorang pejabat dari kelompok Sunni Lebanon, al-Jamaa al-Islamiya, selama penggerebekan di desa Habbariye dekat Hasbaiyaa pada Senin (9/2) waktu setempat.
Pejabat tersebut dituduh sebagai "teroris senior" oleh Israel karena terlibat dalam penembakan roket ke wilayah Israel selama perang Gaza. Ia telah dipindahkan ke Israel untuk menjalani proses interogasi lebih lanjut.
Eskalasi Konflik dan Pernyataan Pihak Berwenang
Kelompok Hizbullah mengecam keras serangan ini, menyatakannya sebagai "eskalasi berbahaya" dan menandai dimulainya fase baru agresi Israel. Sebaliknya, Israel menuduh Hizbullah terus berupaya mempersenjatai diri dengan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati dengan Lebanon.
Militer Israel mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan:
- Langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan dampak terhadap warga sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi.
- Mereka menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban di kalangan warga sipil yang tidak terlibat.
- Insiden tersebut saat ini sedang dalam proses penyelidikan mendalam.
Konflik antara Israel dan Lebanon telah berlangsung sejak perang tahun 2024 dengan Hizbullah. Menurut data dari sumber keamanan Lebanon, sekitar 400 orang telah tewas di Lebanon sejak gencatan senjata diberlakukan. Situasi ini terus memicu ketegangan di kawasan perbatasan yang sudah lama rawan konflik.



