Israel Gempur Beirut Targetkan Hizbullah, Tewaskan Pejabat Hamas dalam Serangan Udara
Israel Serang Beirut, Tewaskan Pejabat Hamas dalam Serangan Hizbullah

Israel Gempur Beirut Targetkan Hizbullah, Tewaskan Pejabat Hamas dalam Serangan Udara

Israel melancarkan rentetan serangan udara terhadap area Beirut, ibu kota Lebanon, dengan fokus utama pada kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Serangan ini dilaporkan juga menewaskan seorang pejabat kelompok Hamas yang berada di Lebanon, memperluas dampak konflik regional yang semakin memanas.

Latar Belakang Konflik Regional

Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah setelah Hizbullah menyerang Israel pada Senin (3/2/2026) sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kematian Khamenei terjadi akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan sebelumnya. Sejak itu, Israel telah meningkatkan operasi militernya dengan menyerang berbagai target di Lebanon dan mengerahkan pasukan darat ke kota-kota perbatasan.

Detail Serangan di Beirut

Menurut laporan kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), yang dikutip dari AFP pada Kamis (5/3/2026), sejumlah serangan melanda negara itu pada pagi hari waktu setempat. Dua serangan di antaranya menghantam benteng Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, di mana rekaman AFPTV menunjukkan asap mengepul tebal. Militer Israel, yang sebelumnya memerintahkan penduduk lokal untuk mengungsi dari area tersebut, menyatakan bahwa pasukannya menyerang beberapa pusat komando milik organisasi teroris Hizbullah. Pihak Israel mengklaim tidak ada laporan langsung tentang korban jiwa dari serangan ini.

Korban dan Serangan Drone

NNA melaporkan bahwa serangan drone Israel sebelum subuh menghantam sebuah apartemen di area Beddawi, kamp pengungsi Palestina dekat Tripoli. Serangan ini menewaskan seorang pejabat senior Hamas, yang diidentifikasi sebagai Wassim Atallah al-Ali, beserta istrinya. Ini menjadi pembunuhan terarah pertama terhadap pejabat Hamas sejak perang regional dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Secara terpisah, NNA juga menyebutkan bahwa sebuah drone menghantam kendaraan di Lebanon selatan, menewaskan sedikitnya tiga orang, meskipun tidak berspekulasi soal pelakunya. Laporan tambahan menyebut serangan udara musuh lainnya menghantam rumah di distrik Tyre.

Respons dari Hizbullah dan Dampak Kemanusiaan

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dalam pidato pertamanya sejak pertempuran terbaru, bersumpah untuk melanjutkan pertempuran melawan Israel dan meningkatkan serangan. Dia mengklaim Hizbullah telah menargetkan posisi Israel hingga ke Tel Aviv dalam setidaknya 15 serangan. Kita menghadapi agresi... pilihan kita adalah menghadapinya sampai pengorbanan terakhir, dan kita tidak akan menyerah, tegas Qassem. Sementara itu, otoritas Lebanon mengumumkan setidaknya 72 orang tewas, 437 orang luka-luka, dan 83.000 orang mengungsi dari rumah mereka sejak Senin (3/2/2026), menunjukkan dampak kemanusiaan yang parah.

Implikasi dan Situasi Terkini

Israel belum mengklaim serangan-serangan terbaru yang dilaporkan oleh NNA, menambah ketegangan di kawasan. Konflik ini telah memperburuk stabilitas regional, dengan Lebanon menjadi medan pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata yang didukung Iran. Para pengamat khawatir eskalasi lebih lanjut dapat memicu respons internasional dan memperluas lingkaran kekerasan di Timur Tengah.