Imam Masjid di Utah AS Jadi Sasaran Penembakan, Pelaku Masih Diburu
Imam Masjid di Utah AS Jadi Sasaran Penembakan

Imam Masjid di Utah Jadi Target Penembakan Saat Ramadan, Pelaku Masih Buron

Seorang imam masjid terbesar di Utah, Amerika Serikat, menjadi sasaran penembakan yang mengerikan di bulan suci Ramadan. Kejadian ini terjadi di depan rumah sang imam, dengan pelaku melepaskan rentetan tembakan sebelum melarikan diri menggunakan mobil. Beruntung, semua tembakan itu meleset dan tidak mengenai korban, meskipun situasinya sangat berbahaya.

Kronologi Insiden Penembakan

Shuaib Din, yang menjabat sebagai imam di Utah Islamic Center di West Jordan, dekat perbatasan Sandy, Utah, menceritakan bahwa penembakan terjadi pada Senin malam waktu setempat. Setelah berbuka puasa bersama keluarganya di rumah, yang hanya berjarak dua menit dari masjid, Din mengeluarkan mobil dari garasi sekitar pukul 19.45 untuk kembali ke masjid. Tiba-tiba, seorang pria bersenjata yang mengenakan masker dan hoodie mendekatinya.

Pria bersenjata itu keluar dari mobil yang diparkir di depan rumah dan langsung melepaskan tembakan ke arah Din. "Jelas, dia mengetahui rumah saya, mengetahui mobil saya, dan mengetahui jadwal saya," ungkap Din kepada The Salt Lake Tribune pada Selasa pagi. Setelah penembakan awal, pelaku segera kabur dari lokasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengejaran dan Tembakan Lanjutan

Din segera menghubungi layanan darurat 911 untuk melaporkan kejadian tersebut. Ketika operator menanyakan apakah ia sempat mencatat nomor plat kendaraan pelaku, Din mengakui tidak sempat dan memutuskan untuk mengejar pelaku dengan harapan mendapatkan informasi tersebut. Namun, selama pengejaran, pelaku tiba-tiba menghentikan kendaraannya, keluar dari mobil, dan melepaskan sekitar delapan tembakan ke arah mobil Din.

Peluru-peluru itu menembus kursi depan dan belakang, serta kaca depan mobil Din. Menghadapi situasi yang semakin berbahaya, Din memutuskan untuk tidak melanjutkan pengejaran. Departemen Kepolisian Sandy mengonfirmasi bahwa mobil Din terkena tembakan "beberapa kali", menunjukkan intensitas serangan ini.

Respons Kepolisian dan Investigasi

Sersan Michael Olsen dari Kepolisian Sandy menyatakan bahwa pihaknya sedang mengerahkan semua sumber daya yang tersedia, termasuk berkomunikasi dengan FBI, untuk menyelesaikan penyelidikan dan menemukan semua tersangka yang mungkin terlibat. Sejauh ini, belum ada satu pun tersangka yang ditahan, dan motif di balik penembakan ini masih belum jelas.

Kepolisian telah merilis empat foto yang menunjukkan kendaraan pelaku penembakan dan meminta bantuan informasi dari publik. Selain itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menawarkan imbalan sebesar US$ 5.000 (sekitar Rp 84 juta) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman tersangka.

Reaksi Komunitas dan Pihak Berwenang

Wali Kota Sandy, Minica Zoltanski, dan Dewan Kota setempat menyatakan kekhawatiran mereka atas insiden yang menargetkan imam masjid lokal ini. Mereka bersyukur bahwa Din tidak mengalami luka fisik, meskipun trauma psikologis dan kerusakan properti yang signifikan terjadi. Insiden ini menyoroti isu keamanan dan potensi kebencian terhadap komunitas agama di daerah tersebut.

Investigasi masih berlangsung, dengan harapan pelaku segera ditangkap untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan informasi apa pun yang dapat membantu penyelidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga