Inisiatif Aiptu Jacky Dirikan Rumah Belajar Victory di Palopo, Diusulkan Hoegeng Awards 2026
Aiptu Jacky Dirikan Rumah Belajar, Diusulkan Hoegeng Awards 2026

Inisiatif Aiptu Jacky Dirikan Rumah Belajar Victory di Palopo, Diusulkan Hoegeng Awards 2026

Kehadiran Rumah Belajar Victory yang digagas oleh Aiptu Jacky Jenifer Galelar di Luminda, Wara Utara, Palopo, Sulawesi Selatan, telah membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Literasi anak-anak meningkat signifikan, sementara kegiatan negatif di lingkungan tersebut berangsur menurun. Atas dedikasi ini, Aiptu Jacky diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026, sebuah penghargaan untuk polisi teladan.

Dari Bekas Warung Miras Menjadi Pusat Belajar

Rumah belajar ini dibangun oleh Aiptu Jacky saat ia masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, sebelum dimutasi ke Sat Intelkam Polres Palopo. Ia mengubah bekas warung minuman keras atau warung ballo menjadi ruang belajar, dengan tujuan memberikan pesan tegas kepada warga. "Kenapa saya sengaja kasih ke situ? Supaya peminum-peminum itu bisa lihat. Oh ini ada anak-anak," ujar Jacky dalam wawancara.

Lurah Luminda, Frangky Lazarus, mengenal Aiptu Jacky sebagai sosok polisi yang humanis dan mudah bergaul. "Iya, tempat-tempat anak muda nongkrong, terus dia ubah menjadi Rumah Belajar Victory," kata Frangky. Ia menambahkan bahwa masyarakat sangat merasakan manfaatnya, dengan anak-anak yang sebelumnya hanya bermain kini aktif belajar di sana.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Positif bagi Lingkungan

Menurut Frangky, anak-anak yang pulang sekolah tanpa kegiatan kini bergabung di Rumah Belajar Victory. "Lumayanlah, ada yang di sekolahnya tidak belajar, tidak bisa membaca, masuk di Victory bolehlah mereka bisa memulai," jelasnya. Ketua RT di Luminda, Serly Samsu, juga menyatakan bahwa masyarakat, termasuk anak-anak, sangat dekat dengan Aiptu Jacky, yang kerap turun tangan menyelesaikan perselisihan warga.

Aiptu Jacky memulai inisiatif ini pada masa pandemi Covid-19 sekitar April 2022, setelah melihat banyak anak hanya bermain saat sekolah ditutup. "Jadi berinisiatif supaya anak-anak ini juga memperoleh pendidikan," katanya. Ia didukung oleh relawan mahasiswa dan menggunakan dana pribadi untuk menyewa tempat serta biaya operasional.

Mengurangi Kegiatan Negatif

Jacky menjelaskan bahwa lingkungan Luminda sebelumnya dikenal keras, dengan banyak warung miras dan arena judi sabung ayam. "Banyak aktivitas perjudian penyakit masyarakat itu kaya judi sabung ayam. Nah itu semua yang membuat saya berinisiatif supaya anak-anak ini tidak terkontaminasi," ujarnya. Dengan adanya rumah belajar, kegiatan negatif tersebut mulai hilang karena warga sadar untuk tidak mempertontonkan perilaku buruk di depan anak-anak.

Rumah Belajar Victory kini memiliki sekitar 30 siswa, dengan pengajaran mencakup baca tulis hingga pendidikan karakter. Jacky menamainya Victory, yang berarti menang, sebagai simbol bahwa anak-anak harus menang melingkungan keras mereka. "Mereka punya minat belajar, artinya menang dengan keadaan," sambungnya.

Dukungan dan Harapan Masyarakat

Serly Samsu mengungkapkan rasa kehilangan saat Aiptu Jacky pindah tugas, namun berharap penggantinya dapat melanjutkan kerja baik ini. "Semoga yang menggantikan bisa menjalankan atau Pak Jacky-nya kembali," katanya. Aiptu Jacky sebelumnya juga merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025, diusulkan oleh Polda Sulsel atas dedikasinya.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga memperkuat hubungan polisi dengan masyarakat, menunjukkan peran polisi yang melampaui penegakan hukum. Dengan diusulkannya Aiptu Jacky untuk Hoegeng Awards 2026, diharapkan kisah inspiratif ini dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk peduli pada pendidikan anak di daerah terpencil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga