Musisi Fariz RM Temukan Ketenangan Batin di Balik Jeruji Besi
Kuasa hukum Fariz RM, Deolipa Yumara, mengungkapkan bahwa kliennya telah menemukan ketenangan batin selama menjalani masa hukuman penjara. Pernyataan ini disampaikan menjelang jadwal kebebasan sang musisi legendaris, yang diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Februari 2026.
Kondisi Mental yang Membaik
Deolipa menceritakan pengalamannya saat terakhir kali menjenguk pelantun lagu Barcelona itu pada awal Desember 2025. Menurutnya, kondisi mental Fariz kini jauh lebih baik dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. "Saya melihat ketenangan yang luar biasa dalam dirinya," ujar Deolipa, yang telah mendampingi Fariz selama proses hukum ini.
Ia menjelaskan bahwa Fariz telah menjalani berbagai aktivitas yang mendukung kesehatan mentalnya di dalam penjara, termasuk:
- Kegiatan keagamaan dan meditasi secara rutin
- Interaksi positif dengan sesama penghuni
- Waktu refleksi diri yang intensif
Proses Menuju Kebebasan
Dengan jadwal kebebasan yang semakin dekat, Deolipa menyatakan bahwa Fariz telah mempersiapkan diri dengan matang untuk kembali ke masyarakat. "Ia telah belajar banyak dari pengalaman ini dan siap memulai babak baru dalam hidupnya," tambah kuasa hukum tersebut.
Meskipun menjalani hukuman, Fariz tetap menunjukkan semangat yang positif. Deolipa menekankan bahwa musisi berusia 71 tahun itu telah menggunakan waktu di penjara untuk introspeksi dan pengembangan diri, yang berkontribusi pada ketenangan batin yang kini ia rasakan.
Masyarakat dan penggemar setia Fariz RM tentu menantikan kembalinya sang musisi ke dunia musik Indonesia. Dengan kondisi mental yang telah pulih dan ketenangan batin yang ditemukan, diharapkan Fariz dapat kembali berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi industri musik tanah air.



