Wanita Malang Nikahi Wanita, Pelaku Janjikan Rumah dan Klaim Anak Anggota DPRD
Keluarga Intan Anggraeni (28) telah melaporkan perempuan bernama Erfastino Reynaldi alias Rey ke pihak berwajib akibat dugaan pemalsuan dokumen. Laporan ini diajukan setelah keduanya sempat melangsungkan pernikahan di Kota Malang.
Menurut pengakuan keluarga, Rey sempat mengaku sebagai anak dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebelum meminang Intan. "Bilangnya anak Kepala DPRD Makassar," ujar paman Intan, Eko NS, seperti dilansir dari sumber berita.
Janji Manis dan Pengakuan Palsu
Intan sempat dinikahi oleh Rey karena saat itu pelaku mengaku sebagai seorang pria. Eko menjelaskan bahwa sebelum pernikahan, Rey disebut-sebut telah menjanjikan sejumlah iming-iming material kepada Intan.
"Sebelum menikah, Rey menjanjikan rumah dan mobil Lamborghini bagi Intan," kata Eko. Janji manis tersebut ternyata tidak berhenti di situ saja.
Rey juga meyakinkan Intan bahwa dirinya telah memesan fasilitas salah satu hotel bintang lima di Kota Malang untuk acara resepsi pernikahan yang rencananya digelar pada tanggal 3 April 2026.
"Setelah kita cek, tidak ada sama sekali. Kalau ada reservasi atau pembatalan, pasti tercatat," ungkap Eko dengan nada kecewa.
Klaim Anak Anggota DPRD Terbukti Palsu
Pengakuan Rey sebagai anak anggota DPRD juga sempat dikroscek oleh keluarga Intan. Hasil pengecekan tersebut ternyata nihil dan tidak menemukan kebenaran dari klaim tersebut.
"Termasuk perwakilan dari ayahnya untuk mengurusi dari DPR sana di Makassar tidak ada sama sekali," sambung Eko menegaskan.
Kasus ini akhirnya mencuat ke permukaan setelah Intan merasa kaget dan kecewa saat mengetahui bahwa suaminya ternyata adalah perempuan pada malam pertama pernikahan mereka, yaitu Rabu (3/4).
Langkah Hukum Ditempuh
Merasa telah ditipu secara mentah-mentah, Intan yang didampingi oleh keluarga serta pendamping hukum akhirnya memutuskan untuk membawa kasus dugaan pemalsuan identitas ini ke jalur hukum.
Laporan resmi telah diajukan kepada pihak berwajib untuk menyelidiki lebih lanjut terkait pemalsuan dokumen pernikahan yang dilakukan oleh Rey. Keluarga berharap proses hukum dapat berjalan dengan adil dan memberikan keadilan bagi Intan.
Insiden ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam proses pernikahan serta verifikasi identitas calon pasangan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap janji-janji yang terlalu muluk dan klaim status sosial yang tidak dapat diverifikasi.



