Viral Tuduhan Guru SMP Jaktim Ajak Mahasiswi Open BO, Ternyata Pelaku Staf TU
Viral Guru SMP Jaktim Ajak Mahasiswi Open BO, Ternyata Staf TU

Viral Tuduhan Guru SMP di Jakarta Timur Ajak Mahasiswi Transaksi Prostitusi Online, Ternyata Pelaku Staf Tata Usaha

Sebuah video dengan narasi yang menuding seorang guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di wilayah Jakarta Timur diduga mengajak mahasiswi untuk melakukan transaksi open BO atau booking online prostitusi viral di media sosial. Namun, fakta yang terungkap kemudian menunjukkan bahwa pelaku bukanlah seorang guru, melainkan staf tata usaha (TU) di sekolah tersebut.

Kronologi Insiden yang Memicu Kontroversi

Dalam video yang beredar luas, dinarasikan bahwa seorang mahasiswi sedang menjalankan kegiatan road show to school untuk mempromosikan suatu produk. Pelaku, yang kemudian diketahui sebagai staf TU, membeli produk dari mahasiswi itu dan meminta nomor WhatsApp dengan alasan akan melakukan pembelian kembali di kemudian hari.

Beberapa hari setelah pertemuan awal, pelaku menghubungi korban melalui pesan WhatsApp. Percakapan yang terjadi antara keduanya secara perlahan mengarah pada tindakan pelecehan. Pelaku sempat mengajak korban untuk makan bersama, namun ditolak oleh mahasiswi tersebut.

Eskalasi terjadi ketika pelaku mulai mengajak korban untuk terlibat dalam transaksi jasa prostitusi yang sering disebut sebagai open BO. Kekasih korban yang mengetahui percakapan tidak senonoh itu kemudian mengambil langkah dengan mendatangi pihak sekolah untuk melaporkan insiden tersebut.

Konfirmasi dan Tindakan Tegas dari Pihak Berwenang

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, membenarkan terjadinya peristiwa ini. Dalam klarifikasinya, Chico menegaskan bahwa pelaku bukanlah guru seperti yang diduga selama ini, melainkan seorang staf tata usaha di SMPN yang dimaksud.

"Pelaku DI sebagai Staf TU di SMPN," kata Chico Hakim saat dikonfirmasi pada Senin, 16 Maret 2026. Ia juga menyampaikan bahwa pelaku telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung setelah insiden ini terungkap ke publik.

Saat ini, pelaku sedang menjalani proses pemeriksaan di tingkat Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta. Sebagai langkah sementara, staf TU tersebut telah dibebastugaskan dari pekerjaannya selama proses investigasi berlangsung.

"Saat ini sedang proses pemeriksaan di tingkat Dinas. Selama proses pemeriksaan tidak diberikan tugas atau dibebastugaskan," jelas Chico Hakim menegaskan komitmen pihak berwenang untuk menangani kasus ini dengan serius.

Implikasi dan Pelajaran dari Kasus Ini

Insiden ini menyoroti pentingnya etika dan profesionalisme di lingkungan pendidikan, tidak hanya bagi tenaga pengajar tetapi juga bagi seluruh staf yang terlibat. Viralnya video tersebut di media sosial juga menunjukkan bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan kesalahpahaman publik.

Proses hukum dan pemeriksaan yang sedang berjalan di Disdik DKI diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan sekaligus menjadi pembelajaran bagi institusi pendidikan dalam menjaga lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.