PT TASPEN (Persero) mengingatkan seluruh peserta, khususnya pensiunan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang mengatasnamakan perusahaan. Seiring perkembangan teknologi, pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai cara, mulai dari akun media sosial palsu, pesan WhatsApp, tautan phishing, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten, gambar, suara, atau video yang menyerupai identitas resmi TASPEN. Salah satu modus terbaru adalah penawaran program penyaluran dana bantuan bagi pensiunan melalui saluran komunikasi tidak resmi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Corporate Secretary TASPEN Imbau Verifikasi Informasi
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa perlindungan peserta menjadi fokus utama perusahaan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital. "TASPEN senantiasa berkomitmen melindungi peserta dari berbagai potensi kejahatan digital yang memanfaatkan nama perusahaan. Kami mengimbau peserta dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima serta tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya," ujarnya.
Literasi Digital Rendah Jadi Kerentanan
Berdasarkan Indeks Literasi Digital Nasional yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berada pada skor 3,54 dari skala 5. Meski menunjukkan peningkatan, aspek keamanan digital masih perlu diperkuat. Data Badan Pusat Statistik (BSP) dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kelompok lanjut usia masih menghadapi tantangan dalam memahami keamanan digital dan memverifikasi informasi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena sebagian besar peserta TASPEN adalah pensiunan, sehingga peningkatan literasi digital menjadi langkah penting untuk melindungi mereka dari penipuan.
Terapkan Prinsip Tahan, Pastikan, Laporkan
TASPEN mengimbau masyarakat menerapkan prinsip "Tahan, Pastikan, Laporkan" dalam menyikapi setiap informasi. Masyarakat diharapkan menahan diri untuk tidak langsung percaya, memastikan kebenaran melalui kanal resmi TASPEN, serta melaporkan akun atau pihak yang terindikasi melakukan penipuan. TASPEN menegaskan tidak pernah meminta peserta membayar biaya administrasi, mengirimkan kode OTP, PIN, kata sandi, atau data rahasia lainnya untuk memperoleh layanan atau manfaat program.
Kanal Resmi Informasi TASPEN
Informasi resmi hanya dapat diperoleh melalui situs web TASPEN, akun media sosial resmi, aplikasi Andal by Taspen, kantor cabang TASPEN, dan Call Center TASPEN 1500 919. Langkah preventif ini sejalan dengan komitmen TASPEN sebagai Center of Excellence di bidang jaminan sosial yang mengedepankan keamanan, transparansi, dan kenyamanan peserta. Hal ini juga mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi ASN dan Pejabat Negara. TASPEN berkomitmen memastikan setiap hak peserta terpenuhi secara tepat waktu, aman, dan akuntabel melalui layanan andal serta perlindungan berkelanjutan.



