Gubernur Jawa Barat Respons Kasus Kematian Siswa SMAN 5 Bandung Diduga Akibat Pengeroyokan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memberikan respons resmi terkait kasus meninggalnya seorang siswa SMAN 5 Bandung yang diduga kuat berhubungan dengan peristiwa pengeroyokan di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat malam, tanggal 13 Maret 2026, dan telah menimbulkan perhatian serta keprihatinan yang luas dari masyarakat, terutama karena melibatkan pelajar dari dua sekolah menengah atas ternama di Kota Bandung.
Korban Dikenal sebagai Muhammad Fahdly Arjasubrata
Korban dalam kasus ini teridentifikasi sebagai Muhammad Fahdly Arjasubrata, seorang siswa dari SMAN 5 Bandung. Ia meninggal dunia setelah diduga terlibat dalam insiden kekerasan yang terjadi usai kegiatan buka puasa bersama. Informasi awal yang beredar di masyarakat menyebutkan adanya dugaan keterlibatan siswa dari SMAN 2 Bandung dalam kejadian pengeroyokan tersebut, yang menambah kompleksitas kasus ini.
Peristiwa ini mengundang sorotan publik karena terjadi di lingkungan pendidikan dan melibatkan remaja yang seharusnya fokus pada kegiatan belajar. Dedi Mulyadi, sebagai pemimpin daerah, menekankan pentingnya penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden ini. Ia juga menyatakan komitmennya untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarga, serta mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kasus ini menyoroti isu kekerasan di kalangan pelajar dan perlunya penguatan pengawasan serta pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan, sementara pihak berwajib terus bekerja untuk mengumpulkan bukti dan menangani kasus ini dengan transparan.
