Pasutri Bos WO Marwah Catering Ditangkap, Jadi Tersangka Penggelapan
Pasutri Bos WO Marwah Catering Ditangkap, Jadi Tersangka

Polisi menangkap pasangan suami istri (pasutri) pemilik Wedding Organizer (WO) Marwah Catering di Jakarta Timur terkait kasus dugaan penipuan. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan bahwa status keduanya telah ditingkatkan menjadi tersangka penggelapan setelah penangkapan. Kedua pelaku langsung ditahan sejak Sabtu, 30 Mei 2026.

Kronologi Penangkapan

Pasutri tersebut diidentifikasi sebagai suami berinisial RM dan istri berinisial ER. Mereka dijerat dengan Pasal 492 KUHP tentang perbuatan curang dan Pasal 486 KUHP tentang penggelapan. Alfian menjelaskan bahwa dari hasil pendataan posko pengaduan, sebanyak 58 calon pengantin melaporkan diri sebagai korban penipuan yang dilakukan oleh keduanya.

Dampak bagi Korban

Dari 58 korban, dua pasangan telah melaksanakan pernikahan namun tidak mendapatkan fasilitas sesuai janji. Sementara 56 pasangan lainnya tidak bisa menggelar acara pernikahan yang telah direncanakan. Total kerugian sementara dari 24 korban yang telah terdata mencapai sekitar Rp2,6 miliar. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan terhadap korban lainnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Modus Operandi

Kedua pelaku tidak menjalankan tugas sebagai WO setelah menerima pembayaran dari para korban. Mereka juga sempat menghilang dan tidak diketahui keberadaannya, sehingga menimbulkan banyak laporan dan keluhan. Polisi masih mendalami apakah keduanya merencanakan untuk kabur atau tidak.

Viral di Media Sosial

Kasus ini mencuat setelah pasangan Aldi (32) dan Feny (32) viral di media sosial karena pesta pernikahan mereka gagal digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Gedung Islamic Center, Kota Bekasi. Aldi dan Feny mengaku telah membayar paket pernikahan senilai Rp85,5 juta kepada WO Marwah Catering Service. Namun, pada hari acara, tidak ada vendor yang datang. Vendor dekorasi, katering, hiburan, fotografer, dan videografer yang dijanjikan tidak pernah muncul. Akibatnya, akad nikah tetap berlangsung secara sederhana tanpa resepsi.

Polisi telah membuka posko pengaduan untuk menampung laporan korban lainnya. Kasus ini masih dalam pengembangan penyidik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga