Mantan Artis Fabiola Berperan Rayu Korban hingga Jadi Pacar di Kasus Scam
Mantan Artis Fabiola Berperan Rayu Korban hingga Jadi Pacar

Polisi mengungkap peran mantan artis Fabiola Elizabeth dalam aksi penipuan atau scammer jaringan internasional di Solo Baru, Sukoharjo. Fabiola bertugas untuk merayu para calon korbannya hingga terjerat dalam investasi bodong yang dijalankan oleh komplotannya.

Peran Fabiola dalam Jaringan Scam

Dirresiber Polda Jateng, Kombes Himawan Susanto Saragih, menyatakan bahwa Fabiola bertugas melayani video call sesuai keinginan korban. Model ini direkrut untuk meyakinkan calon korban agar bersedia berinvestasi pada kripto bodong. Jika korban belum yakin, Fabiola mengambil alih peran marketing.

“Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka yang tampil adalah bukan marketing, tapi model. Karena marketing ini ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ada, yang sudah ditawarkan,” ujar Himawan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Berperan sebagai Pacar saat Video Call

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyebut dalam jaringan tersebut Fabiola berperan sebagai pacar jika calon korban ingin melakukan video call. Artanto enggan memerinci apakah VC yang dilakukan Fabiola menjurus ke pornografi.

“Yang bersangkutan sebagai talent berperan sebagai pacar pada saat korban ingin video call terhadap siapa lawan bicaranya,” ungkap Artanto.

Rekrutmen Melalui Media Sosial

Fabiola bergabung dengan komplotan scammer jaringan internasional sejak awal tahun ini. Ia melamar menjadi karyawan di PT Digi Konsultan setelah melihat lowongan di Facebook dan TikTok.

“Yang bersangkutan melamar menjadi karyawan di PT Digi Konsultan tersebut karena ada lowongan lamaran kerjaan di Facebook dan TikTok atau medsos ya secara umumnya,” ungkapnya.

Polisi masih mendalami jaringan ini dan mengembangkan kasus lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga