Praktik Joki UTBK Terungkap di Unesa dan Unair Surabaya, Modus Pemalsuan Dokumen
Joki UTBK di Surabaya Terungkap, Modus Pemalsuan Dokumen

Praktik Joki UTBK Terbongkar di Dua Kampus Besar Surabaya

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 kemarin diwarnai dengan temuan praktik perjokian yang mengejutkan. Dua perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair), melaporkan adanya upaya kecurangan dari peserta yang diduga melibatkan joki.

Modus Pemalsuan Dokumen Tingkat Tinggi di Unesa

Di Unesa, panitia berhasil mengamankan seorang joki yang mencoba mengelabui petugas dengan menggunakan dokumen palsu pada sesi pertama ujian. Praktik ini terbongkar setelah pengawas merasa curiga dengan dokumen yang dibawa peserta pada program studi favorit tersebut.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, mengungkapkan bahwa praktik ini melibatkan pemalsuan dokumen tingkat tinggi. "Hasil verifikasi menunjukkan terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta. Namun, ditemukan perbedaan mencolok pada foto. Ini mengindikasikan ijazah yang digunakan bukanlah ijazah asli," ujar Martadi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Untuk memastikan kecurangan tersebut, tim Unesa melakukan langkah proaktif dengan menghubungi pihak sekolah asal peserta guna meminta data pembanding. Setelah salinan ijazah asli diterima, terungkap bahwa orang yang mengikuti ujian bukanlah pemilik ijazah yang sebenarnya. Kasus ini kini sedang ditindaklanjuti untuk mencegah praktik serupa di masa depan.

Pemain Lama Muncul Kembali di Unair

Sementara itu, situasi yang berbeda terjadi di Universitas Airlangga (Unair). Panitia sebenarnya sudah mengantongi daftar nama suspect joki berdasarkan data dari pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Kordinator Pelaksana Pusat UTBK SNBT Unair, I Made Narsa, mengatakan bahwa mereka telah mendapat informasi data peserta suspect diduga joki dari SNPMB.

"Termasuk Unair juga mendapat daftar nama yang dicurigai," kata Made kepada wartawan di Kampus C, Selasa (21/4/2026). Made menjelaskan, terduga pelaku merupakan "pemain lama" yang diketahui pernah mengikuti UTBK pada tahun 2025, namun mendaftar kembali pada tahun 2026 dengan identitas yang berbeda namun menggunakan foto yang sama.

Meski lokasi ujian suspect sudah dipantau ketat di Kampus C Unair, yang bersangkutan justru tidak menampakkan batang hidungnya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan yang ketat berhasil mencegah kecurangan lebih lanjut, meski pelaku berhasil menghindar.

Dampak dan Langkah Pencegahan

Temuan ini mengkhawatirkan karena menunjukkan bahwa praktik kecurangan dalam ujian nasional masih terjadi, meski dengan modus yang semakin canggih. Pemalsuan dokumen tingkat tinggi seperti ini dapat merugikan integritas pendidikan dan merusak kesempatan peserta lain yang jujur.

Pihak kampus dan SNPMB kini tengah berkoordinasi untuk memperketat verifikasi data peserta, termasuk dengan meningkatkan teknologi pendeteksian kecurangan. Langkah-langkah proaktif seperti ini diharapkan dapat mengurangi insiden serupa di masa mendatang dan menjaga keadilan dalam proses seleksi mahasiswa baru.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga