Wanita Copet di Tanah Abang Diarak Bawa Tulisan 'Saya Copet' oleh Pengelola
Insiden pencopetan terjadi di jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seorang perempuan berinisial ES asal Bekasi ketahuan mencuri ponsel iPhone milik korban yang sedang berbelanja di area tersebut.
Kronologi Kejadian Pencopetan
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan bahwa kejadian ini berlangsung pada Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban sedang asyik memilih barang belanjaan sambil menunggu kereta, tanpa menyadari bahwa ponsel di dalam tasnya telah raib.
"Pada saat korban sedang berbelanja dan memilih barang belanjaan, sambil menunggu kereta tanpa disadari HP yang ada di dalam tas hilang," ujar Dhimas kepada wartawan pada Selasa, 21 April 2026.
Penangkapan dan Pengarakan Pelaku
Setelah menyadari kehilangan, korban segera meminta bantuan petugas keamanan di lokasi. Dengan bantuan dua sekuriti bernama Abizar dan Dodi, pelaku berhasil diamankan setelah sempat dikejar.
"Karena korban sadar kemudian korban mengejar diduga pelaku, dengan bantuan sekuriti Pak Abizar dan Dodi akhirnya diduga pelaku berhasil diamankan," tambah Dhimas.
Pengelola JPM kemudian mengambil langkah tidak biasa untuk memberikan efek jera. Pelaku diarak keliling area stasiun sambil mengalungkan tulisan 'saya copet'. Tindakan ini bertujuan agar pelaku kapok dan pengunjung lain lebih waspada.
"Kemudian oleh pengelola untuk buat efek jera diduga pelaku diarak mengelilingi JPM dengan mengalungi tulisan 'saya copet'. Setelah itu, pelaku dipulangkan oleh pihak pengelola JPM," jelas Dhimas.
Alasan Tidak Dilaporkan ke Polisi
Polisi tidak membawa pelaku ke polsek karena korban tidak membuat laporan resmi. Korban telah mendapatkan kembali ponselnya dan terburu-buru naik kereta untuk pulang kampung.
"Karena korban tidak mau membuat laporan polisi dan terburu-buru naik kereta untuk pulang kampung. Selanjutnya, barang bukti diserahkan kembali ke korban dan selanjutnya diduga pelaku dibawa ke kantor pengelola," kata Dhimas.
Insiden ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di tempat umum yang ramai seperti stasiun dan area perbelanjaan. Meskipun cara pengelola JPM mengarak pelaku menuai pro dan kontra, hal ini diharapkan dapat mengurangi aksi kejahatan serupa di masa depan.



