Awkarin Diperiksa sebagai Saksi di Polda Metro Jaya
Selebgram Karin Novilda atau Awkarin menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Travel. Dalam pemeriksaan tersebut, Awkarin menyerahkan uang saku sebesar Rp 10 juta kepada penyidik untuk disita.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo menyatakan, "Saksi menyerahkan uang saku sebesar Rp 10.000.000 yang diterima kepada penyidik untuk dilakukan penyitaan." Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (30/6/2026).
Pemeriksaan Berlangsung dengan 33 Pertanyaan
Awkarin diperiksa pada Senin (29/6/2026) mulai pukul 16.30 WIB hingga 19.45 WIB. Dalam pemeriksaan itu, penyidik mengajukan 33 pertanyaan seputar Hanania Travel. "Pada pukul 16.30 WIB sampai dengan 19.45 WIB telah dilakukan pemeriksaan saksi KN (Awkarin) sebanyak 33 pertanyaan," ujar Kompol Andaru.
Sebelumnya, Awkarin dijadwalkan diperiksa pada Senin, 15 Juni 2026, namun meminta penjadwalan ulang hingga akhirnya hadir pada 29 Juni. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, "Ini mungkin menjalani beberapa proses pertanyaan dari teman-teman penyidik. Nanti kami akan update kepada teman-teman sekalian atas beberapa pertanyaan, sampai kapan proses pemeriksaan ini berlangsung."
Sejumlah Influencer Juga Diperiksa
Kasus Hanania Travel turut menyeret beberapa influencer lain yang diperiksa Polda Metro, antara lain Keanu Angelo, komika Praz Teguh, Paula Verhoeven, pasangan Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar, Dara Arafah, serta Davina Karamoy.
Polda Metro Jaya telah menetapkan bos Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan atau ASF, sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal dugaan penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP dan/atau Pasal 607 KUHP.
Penyitaan dan Langkah Hukum Selanjutnya
Selain uang saku Rp 10 juta dari Awkarin, penyidik Polda Metro Jaya sebelumnya juga menyita tanah dan bangunan terkait kasus ini. Langkah penyitaan dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus penipuan umrah Hanania Travel menjadi perhatian publik karena melibatkan banyak publik figur. Polisi terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan dan kerugian yang dialami korban.



