Sebuah video yang memperlihatkan aksi pembobolan kotak amal di salah satu masjid di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Polisi kini tengah menyelidiki pelaku yang terekam jelas oleh kamera pengawas atau CCTV.
Kronologi Kejadian
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria dengan perawakan tinggi dan kurus memasuki area masjid. Ia mengenakan sweater hoodie hitam, celana jeans biru, serta membawa tas punggung berwarna hitam. Pelaku tampak masih memakai sepatu saat masuk ke dalam masjid.
Pelaku kemudian mendekati kotak amal yang diletakkan di bawah tiang tengah ruang masjid. Ia beberapa kali mengintip isi kotak dan melihat ke sekeliling untuk memastikan situasi aman. Dengan menggunakan alat yang mirip tang penjepit besi, pelaku memecahkan bagian atas kotak amal yang terbuat dari kaca. Setelah itu, ia dengan leluasa mengambil uang di dalamnya dan memasukkannya ke dalam saku celana.
Kerugian dan Penanganan Polisi
Kapolsek Sukaraja, AKP Ade Rahmat, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa pelaku membawa kabur uang sebesar Rp 50 ribu. "Terjadinya tindak pidana pencurian uang di dalam kotak amal masjid dengan cara memecahkan bagian atas kotak amal yang terbuat dari kaca. Pelaku masih dalam penyelidikan," ujar Ade saat dikonfirmasi pada Minggu, 10 Mei 2026.
Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal. Selain itu, pihak kepolisian juga menemui pengurus masjid dan menyerahkan kotak amal baru sebagai pengganti. "Kami memberikan kotak amal baru kepada pengurus Masjid Ali Bin Abi Thalib sebagai bentuk perhatian. Kotak amal yang baru memiliki desain yang lebih aman," kata Ade.
Proses Hukum Tetap Berjalan
AKP Ade Rahmat menegaskan bahwa proses hukum dan pencarian pelaku tetap berjalan. "Proses hukum dan pencarian pelaku pencurian uang kotak amal tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga pelaku mendapatkan efek jera akibat perbuatannya," imbuhnya.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika memiliki informasi terkait pelaku.



