Warga Samarinda Geger Temukan Tiga Potongan Jari Manusia di Toples di Kebun
Warga di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), digegerkan oleh temuan tiga potongan jari manusia di dalam stoples di sebuah kebun. Polisi masih menyelidiki kasus penemuan jari ini secara intensif untuk mengungkap asal-usul dan motif di balik kejadian yang mengerikan tersebut.
Lokasi dan Kronologi Penemuan yang Mencekam
Peristiwa temuan potongan jari manusia itu terjadi di Jalan Rimbawan 1, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Sabtu (11/4/2026). Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Novi Hari Setiawan menjelaskan bahwa stoples itu ditemukan oleh seorang penjaga kebun saat sedang membersihkan rumput ilalang di area tersebut.
"Awalnya penjaga kebun lagi bersih-bersih kebun, terus dia temukan stoples dan kain putih, setelah dibuka ternyata isinya 3 jari manusia," kata Novi, seperti dilansir dari detikKalimantan, Minggu (12/4/2026). Penemuan ini langsung menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat.
Respons Cepat dari Aparat Keamanan
Akibat kejadian itu, penjaga kebun tersebut langsung menginformasikan temuan itu kepada ketua RT setempat serta Bhabinkamtibmas. "Setelah mendapatkan laporan, Pamapta Polres dan piket fungsi polsek serta Inafis Polres merapat ke TKP dan mengevakuasi potong jari tersebut," terang Novi lebih lanjut.
Novi mengungkapkan bahwa jari di dalam stoples tersebut diduga sengaja dibuang dan diawetkan karena di dalam stoples itu juga polisi menemukan air keras. "Karena kemarin di dalam stoples seperti ada air keras yang untuk pengawet," ujarnya. Hal ini menambah kecurigaan bahwa ada upaya untuk menyembunyikan atau mengawetkan bukti kejahatan.
Proses Investigasi dan Autopsi yang Berlangsung
Sementara itu, potongan jari manusia telah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie guna keperluan autopsi. Proses ini dilakukan untuk menentukan identitas korban dan penyebab pemotongan jari tersebut. Polisi juga sedang mengumpulkan bukti-bukti lain di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung penyelidikan.
Kasus ini telah menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi di media sosial. Warga setempat berharap polisi dapat segera mengungkap kasus ini dan memberikan kejelasan atas insiden yang mengkhawatirkan tersebut. Investigasi masih terus berlanjut dengan melibatkan tim forensik dan penyidik yang berpengalaman.



