Selebgram Nabilah O'Brien Jadi Tersangka Padahal Korban Pencurian, Ini Penjelasan Polisi
Viral di media sosial, selebgram Nabilah O'Brien ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setelah ia mengunggah rekaman CCTV yang menunjukkan dugaan pencurian di restoran miliknya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Pengakuan ini disampaikan Nabilah melalui akun Instagram pribadinya, @nabobrien, yang kemudian memicu perhatian publik dan respons resmi dari pihak berwajib.
Polisi Buka Suara Soal Dua Perkara Berbeda
Polsek Mampang Prapatan akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi mereka, @polsekmampangprapatan. Dalam pernyataannya, kepolisian menjelaskan bahwa terdapat dua perkara terpisah yang dilaporkan dalam kasus ini. Perkara pertama adalah dugaan tindak pidana pencurian berdasarkan Pasal 363 KUHP, di mana Nabilah O'Brien berperan sebagai korban yang melaporkan dua orang tersangka, yaitu ZK dan ESR.
"Terlapor dalam kasus pencurian ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan seharusnya menjalani pemeriksaan pada Senin, 9 Maret 2026, namun kuasa hukum mereka mengajukan permohonan penundaan," tulis polisi dalam unggahan tersebut. Sementara itu, perkara kedua berkaitan dengan unggahan rekaman CCTV ke media sosial oleh Nabilah, yang ditangani langsung oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Dalam perkara ini, Nabilah berada dalam posisi sebagai terlapor.
Polisi menegaskan bahwa kedua laporan ini memiliki materi perkara, objek, dan lokasi aduan yang berbeda, sehingga penanganannya dilakukan secara terpisah. Hal ini menjadi alasan mengapa Nabilah, yang awalnya korban, kini juga berstatus sebagai tersangka dalam kasus penyebaran rekaman.
Nabilah O'Brien Mengaku Ketakutan dan Dimintai Uang
Dalam unggahannya di Instagram, Nabilah O'Brien mengungkapkan perasaannya yang ketakutan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia mengaku telah memilih bungkam selama lima bulan karena takut untuk bersuara. "Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara," kata Nabilah dalam kutipan yang dibagikan pada Kamis, 5 Februari 2026.
Lebih lanjut, Nabilah menyebut bahwa ia diminta untuk mengakui bahwa unggahan dan rekaman CCTV yang ia bagikan adalah fitnah. Ia juga mengklaim dimintai uang sebesar Rp 1 miliar. "Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp 1 miliar. Saya sudah coba segala macam upaya untuk membela diri, saya benar-benar takut," ujarnya.
Oleh karena itu, Nabilah meminta perhatian dari Komisi III DPR RI dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan kepastian hukum dalam kasusnya. "Bapak/Ibu Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolri, saya mohon berikan kepastian hukum untuk saya korban pencurian. Saya harap dapat melanjutkan hidup saya dan saya yakin keadilan bisa ditegakkan," tambahnya.
Kronologi Kasus Bermula dari Keributan di Restoran
Kasus ini berawal dari insiden yang terjadi pada 20 September 2025 di restoran milik Nabilah O'Brien. Saat itu, restoran sedang ramai sehingga pesanan pelanggan harus menunggu lebih lama. Seorang wanita yang diduga tidak sabar kemudian masuk ke area dapur yang sebenarnya dilarang bagi pengunjung. Ia memaki kepala staf dapur restoran dan mengancam akan mengobrak-abrik tempat tersebut.
Pria yang menemaninya juga ikut masuk ke dapur, menunjuk-nunjuk staf, dan memukul lemari pendingin. Setelah keributan mereda, pasangan tersebut justru membawa pergi 11 bungkus makanan dan tiga minuman tanpa membayar. Seorang staf sempat mengejar mereka hingga ke area parkir untuk menagih pembayaran sebesar Rp 530 ribu, namun pasangan itu mengancam sebelum akhirnya kabur.
"Pas saya samperin ke mobilnya, dia jawab 'Tadi janjinya apa? Kalau masih nyuruh saya bayar, jangan sampai saya lempar makanannya,' sambil menunjuk-nunjuk dari dalam mobil," tulis seorang staf dalam chat yang dibagikan oleh pemilik restoran. Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir belum memberikan respons saat dimintai konfirmasi terkait perkembangan kasus ini.
Kasus Nabilah O'Brien ini menyoroti kompleksitas hukum di era digital, di mana korban kejahatan bisa berbalik menjadi tersangka karena tindakan yang diambil di media sosial. Publik kini menunggu tindak lanjut dari pihak berwajib untuk memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.



