Pisau Berdarah Bukti WN Irak Habisi Eks Istri Siri di Jaktim
Pisau Berdarah Bukti WN Irak Habisi Eks Istri Siri

Pisau Berdarah Jadi Bukti Kunci Pembunuhan Eks Istri Siri oleh WN Irak di Jakarta Timur

Polisi telah mengamankan sebuah pisau dapur bergagang stainless dengan bercak darah sebagai barang bukti utama dalam kasus pembunuhan eks istri siri berinisial DA (37) oleh seorang Warga Negara Irak berinisial F di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Alat tajam ini menjadi saksi bisu aksi keji yang dipicu penolakan pelaku untuk berpisah.

Motif Penolakan Berpisah dan Kronologi Kejadian

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan ini berawal dari keinginan korban untuk mengakhiri hubungannya dengan tersangka. "Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau," jelas Alfian saat dikonfirmasi pada Minggu (22/3/2026). Aksi brutal tersebut terjadi sekitar Kamis malam dan baru diketahui pada Sabtu pagi.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lantai rumah kontrakannya di Jalan Daman I, Bambu Apus, pada Sabtu (21/3) pukul 04.30 WIB. Ibunya, berinisial B, yang mendatangi lokasi pada pukul 03.00 WIB, sempat menemukan pintu rumah terkunci dari dalam. Kakak korban, berinisial A, kemudian berhasil membuka pintu dan menemukan jasad dengan kondisi darah yang sudah mengering.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penangkapan di Bus dan Proses Hukum

Pelaku, F, berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian saat menumpangi sebuah bus yang sedang melaju menuju Pulau Sumatera. Penangkapan terjadi pada Sabtu (21/3) sekitar pukul 12.49 WIB di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 68, Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Bus tersebut dihentikan dalam operasi pengejaran.

Polisi telah menjerat tersangka dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP terkait tindak pidana pembunuhan. Tim dari KA SPK, Iden Polres Metro Jaktim, dan Piket Reskrim tiba di TKP pada pukul 05.30 WIB untuk melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya luka sayatan di leher korban.

Barang Bukti dan Investigasi Lanjutan

Pisau dapur yang digunakan dalam pembunuhan ini telah diamankan dan akan melalui proses forensik lebih lanjut. Bercak darah pada pisau tersebut diharapkan dapat memperkuat alat bukti dalam persidangan. Polisi juga masih mendalami hubungan antara pelaku dan korban, serta kemungkinan adanya faktor lain yang memicu tindakan kekerasan ini.

Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan konflik hubungan secara damai dan mekanisme perlindungan bagi individu dalam hubungan tidak resmi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melaporkan setiap tindakan kekerasan kepada pihak berwajib.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga