Maling Motor 'Kode 7' di Kebayoran Lama Tewas Usai Dihajar Warga, Polisi Selidiki Pola Tanggal
Maling Motor 'Kode 7' Kebayoran Lama Tewas Dihajar Warga

Maling Motor 'Kode 7' di Kebayoran Lama Tewas Usai Dihajar Warga, Polisi Selidiki Pola Tanggal

Seorang terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang diduga memiliki pola aksi spesifik berdasarkan tanggal berakhiran angka 7, ditemukan tewas setelah sebelumnya diamankan oleh warga yang geram di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kejadian ini bermula ketika petugas piket Polsek Kebayoran Lama menerima laporan mengenai seorang pria yang dicurigai sebagai pelaku kejahatan telah berhasil diamankan oleh masyarakat setempat.

Pelaku Dikenali dari Foto yang Disebar di Gang

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, saat petugas tiba di lokasi, kondisi pria tersebut sudah mengalami luka lebam. Warga melaporkan bahwa pelaku diamankan pada Jumat (17/4/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi kemudian menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana, termasuk satu kunci leter T beserta satu mata kuncinya, sebuah jaket, serta lima buah kunci sepeda motor.

Berdasarkan penyelidikan lebih lanjut dan pencocokan bukti digital, terungkap bahwa terduga pelaku ini diduga kuat telah melakukan aksi pencurian motor sebanyak tiga kali di wilayah Kebayoran Lama. Aksi-aksi tersebut terjadi pada tanggal 17 Maret, 7 April, dan terakhir pada 17 April 2026. Joko menjelaskan, dari rekaman CCTV pada kejadian tanggal 17 Maret dan 7 April, tampak pelaku menggunakan jaket dan sweater yang sama dengan yang ditemukan saat penangkapan. Wajahnya pun teridentifikasi identik dengan orang yang diamankan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warga setempat sebelumnya telah berinisiatif mencetak foto wajah pelaku dari rekaman CCTV dan menempelkannya di gang-gang pemukiman sebagai bentuk kewaspadaan. Hal inilah yang membuat warga langsung mengenali pelaku saat ia kembali muncul pada 17 April dini hari. "Warga mengenali wajah tersebut karena fotonya sudah ditempel di gang-gang dengan keterangan waspada pelaku curanmor. Itulah mengapa saat dia muncul kembali, warga langsung sigap mengamankan," tambah Joko.

Polisi Selidiki Pola Tanggal dan Kemungkinan Komplotan

Terkait pola waktu kejadian yang selalu bertepatan dengan tanggal berakhiran angka tujuh (7 dan 17), pihak kepolisian masih melakukan pendalaman apakah hal tersebut merupakan motif tertentu atau sekadar kebetulan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya anggota komplotan lain yang terlibat dalam aksi pencurian motor yang kerap dilakukan pada jam-jam dini hari di atas pukul 00.00 WIB tersebut.

Proses Penyidikan Terhambat Akibat Kematian Pelaku

Namun, proses penyelidikan menemui kendala signifikan karena terduga pelaku dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kematian ini diduga akibat luka yang dideritanya saat diamankan warga. "Yang bersangkutan meninggal dunia saat perawatan di rumah sakit. Saat ini penyidik masih mencari data tambahan untuk menghubungi pihak keluarga guna menyerahkan jenazah," kata Joko.

Dengan demikian, penyidikan kasus ini tidak dapat diselesaikan secara tuntas karena pelaku telah meninggal dunia. Polisi kini fokus pada upaya untuk menemukan keluarga pelaku guna proses penyerahan jenazah, sambil terus menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan pencurian motor di Kebayoran Lama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga