Maling Spesialis Hotel Mewah Jakarta Beraksi Sendiri, Tiga Kali Survei Lokasi
Maling Hotel Mewah Jakarta Beraksi Sendiri, Tiga Kali Curi

Maling Spesialis Hotel Mewah di Jakarta Beraksi Sendiri, Tiga Kali Lakukan Pencurian

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelaku pencurian yang beraksi di hotel-hotel mewah di Jakarta Pusat telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Pelaku yang berinisial NW (43) ditangkap pada Selasa, 10 Februari 2026, setelah melakukan aksinya seorang diri tanpa bantuan komplotan.

Modus Operandi yang Terencana

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pelaku menggunakan modus operandi yang cukup cerdas. Sebelum beraksi, NW terlebih dahulu mencari informasi terkait kegiatan atau acara di hotel untuk memetakan situasi. Ia memanfaatkan kelengahan tamu atau pengunjung dengan menyamar sebagai pekerja kantoran, mengenakan batik dan lanyard, sehingga tidak mencurigakan di lingkungan hotel mewah.

"Dengan tampilan itu, pelaku tak canggung berbaur di lingkungan hotel mewah. Ia mengincar serta mengambil barang milik tamu atau pengunjung saat mereka lengah," ujar Budi, dikutip dari Antara pada Rabu, 18 Februari 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Pencurian dan Penangkapan

Kasus ini bermula ketika seorang korban mengikuti rapat dari Kementerian Perhubungan di Ruang Candi Kalasan Lantai 2 di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Pada jam istirahat sekitar pukul 12.00 WIB, korban menaruh tas hitam berisi telepon genggam dan laptop di meja kerja rapat. Saat kembali pukul 12.50 WIB, barang-barang tersebut sudah hilang.

Setelah memeriksa rekaman CCTV, korban menemukan bahwa barangnya diambil oleh orang tidak dikenal dan segera melaporkan ke polisi. Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian menangkap NW pada Jumat, 13 Februari 2026, di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Barang Bukti dan Imbauan Kepolisian

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu unit laptop milik korban, lanyard, kacamata hitam, tas hitam, baju batik, celana jeans, dan sepatu yang digunakan saat beraksi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa NW telah beraksi di tiga lokasi berbeda, dan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat mengikuti kegiatan di hotel atau ruang publik. "Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan. Apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan kepolisian 110 yang dapat diakses selama 24 jam," tegasnya.

Analisis dan Dampak Kasus

Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan di tempat-tempat umum seperti hotel, terutama yang berstatus mewah. Pelaku yang beraksi sendirian menunjukkan bahwa kejahatan dapat dilakukan dengan persiapan matang dan penyamaran yang efektif. Pihak kepolisian terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, meski hingga saat ini belum ditemukan indikasi tersebut.

Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan untuk mencegah tindak kriminal serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga