KOMPAS.com - Sejumlah unggahan yang beredar di media sosial menayangkan konten yang diklaim memperlihatkan kecelakaan lalu lintas. Konten ini beredar pada akhir April 2026. Konten memperlihatkan sejumlah jenazah korban kecelakaan yang ditutup kain putih. Di kejauhan juga terlihat sebuah bus dan truk dalam posisi terbalik setelah kecelakaan.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Unggahan tidak menjelaskan di mana atau kapan peristiwa itu terjadi. Jika pengguna media sosial penasaran dan mengeklik konten itu, maka akan mengarah ke sebuah marketplace. Ternyata, konten ini merupakan strategi clickbait yang digunakan afiliator marketplace.
Modus Clickbait Afiliator
Praktik clickbait seperti ini sering kali memanfaatkan rasa penasaran dan empati publik. Dengan menampilkan gambar kecelakaan yang dramatis, afiliator berharap banyak orang akan mengklik tautan yang disediakan. Setelah diklik, pengguna akan diarahkan ke halaman marketplace tertentu, di mana afiliator mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang terjadi.
Dampak Negatif Clickbait
Tindakan ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Banyak warganet yang merasa tertipu dan kecewa setelah mengetahui bahwa konten tersebut tidak benar. Selain itu, penyebaran informasi palsu tentang kecelakaan dapat memicu kepanikan yang tidak perlu.
Tips Menghindari Clickbait
- Periksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
- Waspadai judul yang terlalu sensasional atau provokatif.
- Jangan mudah tergoda untuk mengeklik tautan yang tidak jelas asal-usulnya.
- Gunakan mesin pencari untuk memverifikasi kebenaran suatu berita.
Dengan meningkatnya kesadaran publik, diharapkan praktik clickbait semacam ini dapat diminimalkan. Selalu bijak dalam bermedia sosial dan jangan mudah terpancing oleh konten yang belum terverifikasi kebenarannya.



