Bocah 9 Tahun di Semarang Tewas Akibat Ledakan Bubuk Petasan yang Dibeli Online
Sebuah insiden tragis terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, di mana seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun ditemukan tewas setelah ledakan bubuk petasan yang dibelinya secara online meledak di rumahnya. Kejadian ini mengguncang warga setempat dan menimbulkan keprihatinan mendalam.
Ledakan Terjadi di Dini Hari
Ledakan tersebut terjadi pada dini hari di rumah korban yang berlokasi di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Korban yang diketahui bernama G (9) sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bawah meja makan.
"Petasan itu beli secara online. Bilangnya itu 5 ons ditaruh di toples di bawah magicom, meledak, (suara) kencang," terang Ketua RW 9 Tambakrejo, Ahmad Rifa'i, kepada awak media yang meliput di lokasi kejadian.
Penyelidikan Polisi Terus Dilakukan
Tenaga Ahli Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah, AKBP Totok Trikusuma Rahmat, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan material sisa ledakan dari bubuk petasan tersebut untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Diduga bubuk petasan tersebut dibeli dengan maksud untuk dirakit menjadi petasan.
"Dia itu serbuk petasan satu toples atau satu wadah. Dia meledak langsung, jadi belum ada petasan yang saya temukan karena dia merakit, beli COD. Jadi belum melakukan proses perakitan, dia meledak sendiri," jelas Totok dalam keterangannya.
Pengamanan Bukti dan Temuan di Lokasi
Anggota Gegana dan Labfor Polda Jawa Tengah yang berada di lokasi berhasil mengamankan dua dus petasan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Berdasarkan informasi yang diterima oleh kepolisian, ledakan tersebut berasal dari dalam kamar rumah korban.
Insiden ini mengingatkan kembali akan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh petasan, terutama ketika diperoleh melalui saluran yang tidak terkontrol seperti pembelian online. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan yang berlaku terkait penggunaan bahan peledak.
Keluarga korban dan warga sekitar masih berduka atas kejadian yang merenggut nyawa bocah malang tersebut. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.



