Polisi Kumpulkan Alat Bukti untuk Usut Kematian Bos Tenda Hajatan di Bekasi
Penyidik Polri masih aktif mengumpulkan berbagai alat bukti guna mengusut tuntas kasus kematian seorang wanita bos tenda hajatan berinisial ES (60) yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kasus yang menggemparkan warga setempat ini terus diselidiki untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian korban.
Penyelidikan Intensif Dilakukan
Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni menegaskan bahwa tim penyidik sedang bekerja keras mengumpulkan semua alat bukti yang diperlukan. "Sedang diselidiki ya, sedang dikumpulkan alat buktinya," ujar Sumarni saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (14/4/2026). Pernyataan ini menunjukkan komitmen polisi untuk menuntaskan kasus ini secepat mungkin.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan penjelasan lebih rinci mengenai perkembangan penyelidikan. "Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi masih melakukan pendalaman terkait tentang peristiwa ini, apakah terjadi pembunuhan murni atau ada barang-barang yang diambil," kata Budi Hermanto dalam keterangannya pada Jumat (10/4).
Proses Autopsi untuk Ungkap Penyebab Kematian
Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk menjalani proses autopsi menyeluruh. "Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi luka. Saat ini jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi," jelas Budi Hermanto. Autopsi ini diharapkan dapat memberikan petunjuk penting mengenai:
- Penyebab pasti kematian korban
- Jenis senjata atau alat yang digunakan
- Perkiraan waktu kematian
- Kondisi kesehatan korban sebelum meninggal
Kronologi Penemuan Korban
Kasus ini berawal pada Kamis (9/4) sekitar pukul 12.20 WIB ketika korban ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung. "Telah ditemukan seorang perempuan berinisial ES, 60 tahun, dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumahnya," papar Budi Hermanto dalam keterangan resminya.
Penemuan ini terjadi setelah karyawan korban datang ke rumah untuk mengambil peralatan tenda hajatan. "Korban tidak merespons saat dipanggil maupun dihubungi melalui telepon," imbuh Budi Hermanto. Kekhawatiran karyawan tersebut kemudian berujung pada pembukaan paksa rumah korban.
Setelah berhasil membuka pintu rumah, karyawan tersebut mendapati pemandangan mengerikan. "Setelah pintu rumah berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan luka di bagian kepala," lanjut Budi Hermanto menggambarkan kondisi saat penemuan. Korban ditemukan dalam keadaan bersimbah darah, menunjukkan kekerasan yang dialaminya.
Langkah-Langkah Penyidikan
Polisi telah melakukan beberapa langkah penyidikan penting dalam kasus ini:
- Pengumpulan alat bukti di TKP (Tempat Kejadian Perkara)
- Pemeriksaan saksi-saksi termasuk karyawan korban
- Autopsi jenazah untuk analisis forensik
- Pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi
- Penyelidikan motif dan pelaku potensial
Kasus pembunuhan bos tenda hajatan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Bekasi, khususnya di wilayah Cibitung. Polisi berjanji akan terus mengembangkan penyelidikan hingga terungkapnya pelaku dan motif di balik kematian korban.



