Jasad Siswa SMP Bandung Ditemukan di Eks Kampung Gajah, Dua Tersangka Pembunuh Ditangkap
Sebuah kasus tragis mengguncang dunia pendidikan di Bandung. Jasad seorang siswa kelas VII SMPN 26 Bandung dengan inisial ZAAQ ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di area semak belukar bekas objek wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penemuan mengerikan ini terjadi pada Jumat malam, 13 Februari 2026, dan telah memicu penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian.
Dua Tersangka Berhasil Diamankan
Kabar terbaru dari pihak kepolisian mengungkapkan bahwa dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan ini telah berhasil ditangkap. Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jawa Barat, mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam keterangan pers yang dirilis pada Minggu, 15 Februari 2026.
"Sudah ditangkap dua orang tersangka," tegas Hendra Rochmawan, seperti dilaporkan oleh media lokal. Meski demikian, proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk melengkapi data terkait kronologi kejadian dan motif di balik tindakan keji ini. Rencananya, rilis resmi mengenai perkembangan kasus akan disampaikan oleh Polres Cimahi dalam waktu dekat.
Penemuan Mengerikan Saat Live TikTok
Uniknya, jenazah korban ditemukan secara tidak sengaja oleh sekelompok streamer TikTok yang sedang melakukan siaran langsung untuk konten eksplorasi misteri. Mereka yang awalnya mencari suasana horor justru dikagetkan oleh penemuan sesungguhnya yang jauh lebih mengerikan dari yang dibayangkan.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa malam, 10 Februari 2026. Titin Supriatin, Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, menyatakan bahwa keluarga korban telah melaporkan kehilangan anak tersebut pada hari Selasa malam. Pemberitaan dan postingan di berbagai grup media sosial turut membantu menyebarkan informasi pencarian.
Aktivitas Terakhir Korban di Sekolah
Menurut keterangan dari pihak sekolah, korban terlihat masih aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Senin, 9 Februari 2026. Setelah jam sekolah usai, korban diketahui pulang bersama teman-temannya seperti biasa. Namun, keesokan harinya, bibinya menghubungi sekolah untuk melaporkan bahwa korban belum pulang ke rumah dan meminta izin ketidakhadirannya.
Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan bagi anak-anak dan remaja, terutama di tempat-tempat yang sepi dan kurang terjamah. Polisi masih bekerja keras untuk mengungkap detail lengkap dari tragedi ini, sementara komunitas sekolah dan warga Bandung berduka atas kepergian siswa yang masih sangat belia tersebut.



