Tahanan Kasus Narkoba di Empat Lawang Meninggal Usai Keluhkan Sesak Napas
Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Empat Lawang, Sumatera Selatan, meninggal dunia setelah mengalami keluhan kesehatan yang mendadak. Korban yang bernama Rinto berusia 40 tahun itu mengeluh sesak napas dan sakit pada bagian punggungnya.
Kronologi Kejadian yang Memilukan
Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu petugas sel tahanan sedang mengantarkan makanan sahur untuk semua tahanan yang berada di Polres Empat Lawang. Setelah menyantap makan sahurnya, Rinto mulai mengeluhkan kondisi kesehatan yang tidak baik.
"Tahanan tersebut mengeluh sesak napas dan sakit pada bagian punggungnya," jelas Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi dalam keterangan resmi yang diterima pada hari Minggu tanggal 22 Maret 2026.
Tahanan lain yang berada dalam satu sel dengan Rinto segera berusaha membantu dengan memijit punggungnya. Namun kondisi Rinto justru semakin memburuk dalam waktu yang singkat.
Upaya Penyelamatan yang Berakhir Tragis
Tak berselang lama setelah keluhannya, Rinto mengalami kejang-kejang yang membuat situasi semakin genting. Tahanan lain yang menyaksikan kejadian tersebut segera memanggil petugas penjaga tahanan untuk mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.
Rinto kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Empat Lawang untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih intensif. Sayangnya, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
"Sempat mendapat perawatan medis, namun tahanan tersebut meninggal dunia saat dalam perawatan," tambah Kapolres Abdul Aziz Septiadi dengan nada prihatin.
Respon Keluarga dan Proses Selanjutnya
Pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan keluarga almarhum Rinto mengenai kejadian yang menimpa anggota keluarganya tersebut. Kapolres Empat Lawang menyampaikan bahwa keluarga telah menerima kenyataan pahit ini dengan sikap yang ikhlas.
"Kita juga ikut merasakan duka yang mendalam. Setelah serah terima dengan pihak keluarga, almarhum telah dikebumikan oleh pihak keluarganya," ungkap Aziz yang turut berduka atas kejadian ini.
Kejadian ini menjadi pengingat tentang pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan tahanan di dalam lembaga pemasyarakatan. Meskipun telah mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin, nyawa Rinto tidak dapat diselamatkan oleh tim medis yang menanganinya.



