Prajurit TNI AD Diduga Beli Narkoba Viral, Kadispenad: Sudah Diamankan dan Tes Urine Positif
Prajurit TNI AD Diduga Beli Narkoba Viral, Tes Urine Positif

Prajurit TNI AD Diduga Terlibat Transaksi Narkoba Viral di Media Sosial

Sebuah video yang menunjukkan seorang prajurit TNI Angkatan Darat diduga melakukan transaksi narkoba telah menjadi viral di berbagai platform media sosial. Kejadian ini terjadi di Komplek Berlan, Jakarta Timur, dan memicu penyelidikan internal oleh institusi militer.

Kadispenad Konfirmasi Identitas dan Tindakan Hukum

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengonfirmasi bahwa pria dalam video tersebut adalah oknum prajurit TNI AD berinisial Koptu YP dari satuan Puspalad. Dalam keterangannya pada Kamis, 26 Maret 2026, Donny menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendalaman mendalam terhadap kasus ini.

"Dari hasil pendalaman diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan oknum prajurit TNI AD, dan ia telah diamankan oleh Provost Puspalad untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," jelas Donny. Ia menambahkan bahwa Koptu YP telah mengakui perbuatannya terkait dugaan transaksi narkoba tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hasil Tes Urine Positif dan Proses Hukum Berjalan

Lebih lanjut, Donny mengungkapkan bahwa Koptu YP telah menjalani tes urine, dan hasilnya menunjukkan positif mengandung zat terlarang. Saat ini, prajurit tersebut telah ditahan di satuannya dan sedang diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI. Tindakan ini menegaskan komitmen TNI AD untuk tidak mentolerir pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Klarifikasi Terkait Video Mobil Dinas Kostrad

Pada bagian akhir video viral, muncul potongan yang menampilkan sebuah mobil kendaraan dinas Kostrad. Namun, Kadispenad menegaskan bahwa ini adalah dua kejadian terpisah dan tidak saling berkaitan. "Potongan video pada bagian akhir yang menampilkan kendaraan dinas Kostrad beserta pengemudinya atas nama Pratu Laode merupakan kejadian terpisah," kata Donny.

Berdasarkan pemeriksaan, Pratu Laode mengaku sedang berkunjung ke rumah teman dan tidak ada hubungannya dengan prajurit di awal video. Meski demikian, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan secara internal, dan jika ditemukan indikasi pelanggaran, akan diproses sesuai hukum.

Komitmen TNI AD dalam Pemberantasan Narkoba

Donny menegaskan bahwa perbuatan Koptu YP tidak mencerminkan nilai-nilai keprajuritan. "TNI AD berkomitmen penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba dan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran oleh prajurit, terlebih yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Setiap pelanggaran akan kami tindak tegas sesuai aturan," tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi sikap tegas institusi militer dalam menjaga integritas dan disiplin anggotanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga